Sumbawanews.com,- Tim nasional Cape Verde menyatakan kebanggaan setelah mampu memberikan perlawanan sengit kepada Argentina dalam laga Grup C Piala Dunia 2026. Meski tak meraih kemenangan, para pemain dan pelatih dari pulau-pulau di Afrika Barat itu menganggap pertandingan itu sebagai pencapaian besar, mengingat lawan mereka adalah salah satu tim terkuat sepanjang sejarah turnamen.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Jalisco, Guadalajara, Cape Verde tampil disiplin dan penuh semangat, berhasil membatasi ruang gerak para bintang Argentina seperti Lionel Messi dan Julián Álvarez. Meski akhirnya kalah, mereka mempertahankan pertahanan rapat selama lebih dari 70 menit dan sempat mengancam gawang Argentina lewat serangan balik cepat.
Pelatih Cape Verde, Rui Borges, mengatakan timnya datang bukan hanya untuk bertahan, tapi untuk membuktikan bahwa tim kecil pun bisa membuat tim besar kesulitan. “Kami tidak datang untuk takut. Kami datang untuk bermain, untuk membuat sejarah, dan hari ini kami sudah melakukannya,” ujarnya usai laga.
Para pemain Cape Verde, sebagian besar bermain di liga-liga Eropa, menunjukkan kekompakan luar biasa. Kapten mereka, Nélson Semedo, yang kini bermain di Sevilla, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari momen bersejarah bagi negaranya. “Ini bukan hanya tentang skor. Ini tentang harga diri, tentang mimpi anak-anak kecil di pulau-pulau kami yang bisa bermimpi melawan raksasa dan tetap berdiri tegak.”
Pertandingan ini menjadi salah satu momen paling diingat di fase grup Piala Dunia 2026, di mana kekuatan bukan lagi satu-satunya penentu keberhasilan, tapi juga semangat, strategi, dan keberanian. Cape Verde, meski tersingkir, telah menulis babak baru dalam sejarah sepak bola Afrika kecil yang tak lagi bisa diabaikan.















