Sumbawa Barat sumbawanews.com – Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, menunjukkan sejumlah perubahan dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ahmadi. Perubahan tersebut terlihat pada aspek tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan sektor pariwisata.
Berdasarkan data yang dipublikasikan Pemerintah Desa Pasir Putih, salah satu perubahan yang paling menonjol adalah hadirnya website resmi desa yang memuat berbagai layanan administrasi, profil desa, data kependudukan, informasi pembangunan, serta publikasi kegiatan pemerintahan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterbukaan informasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Desa juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta dukungan terhadap berbagai program pendidikan masyarakat. Selain itu, pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai digelar bekerja sama dengan instansi terkait guna meningkatkan kapasitas usaha warga.
Pada sektor ekonomi, pemerintah desa terus mendorong pengembangan potensi wisata Pantai Pasir Putih sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pembenahan kawasan wisata serta penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata yang diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi warga desa.
Selain itu, berbagai program ketahanan pangan, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), hingga pembahasan pembangunan jalan alternatif juga menjadi bagian dari agenda pembangunan desa dalam beberapa waktu terakhir. Program-program tersebut menunjukkan arah pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan perencanaan pembangunan jangka panjang.
Jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya, pembangunan Desa Pasir Putih pada masa Kepala Desa Lalu Sujarwadi lebih banyak dikenal melalui pembangunan fasilitas kawasan wisata, jembatan menuju kawasan wisata, serta kerja sama dengan pihak perusahaan dalam mendukung pengembangan destinasi wisata. Sementara pada masa Ahmadi, fokus pembangunan tampak bergeser pada penguatan tata kelola pemerintahan, digitalisasi layanan desa, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Meski demikian, penilaian mengenai sejauh mana efektivitas berbagai program tersebut masih memerlukan evaluasi yang lebih komprehensif melalui analisis realisasi APBDes, capaian Pendapatan Asli Desa (PADes), indikator kesejahteraan masyarakat, serta perkembangan sektor pariwisata secara kuantitatif.
Dengan potensi wisata yang dimiliki serta dukungan pembangunan yang terus berjalan, Desa Pasir Putih dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu desa pesisir yang mampu mengintegrasikan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan pariwisata secara berkelanjutan.















