Sumbawanews.com,- Ryan Flamingo, bek PSV Eindhoven yang gagal dinaturalisasi sebagai warga negara Indonesia, tetap konsisten memajang bendera Merah-Putih di profil Instagram-nya—meski tak pernah mengenakan seragam Garuda.
Pemain kelahiran Blaricum, Belanda, pada 31 Desember 2002, memiliki garis keturunan Jawa-Suriname yang menjadi dasar minat PSSI untuk membawanya ke tim nasional pada awal 2020-an, saat kerja sama dengan Shin Tae-yong masih berlangsung. Meski namanya sempat masuk dalam daftar calon naturalisasi, proses itu gagal terwujud akibat kendala administratif dan kriteria keturunan yang tak memenuhi syarat resmi FIFA.
Flamingo yang memiliki tinggi 187 cm dan postur kekar, memulai karier di akademi BFC Bussum sebelum melanglang buana ke Almere City, Sassuolo, Vitesse, dan FC Utrecht. Pada musim 2023/2024, ia resmi bergabung dengan PSV Eindhoven dengan nilai transfer sekitar Rp156 miliar. Di klub yang bermarkas di Eindhoven itu, ia telah menyumbang dua gelar: KNVB Beker 2023 dan Piala Super Belanda 2025.
Di level tim nasional, ia hanya pernah tampil untuk Belanda U-21, termasuk saat mengikuti UEFA Euro U-21 2025 di bulan Juni lalu. Tim asuhan Michael Reiziger tersingkir di semifinal oleh Inggris, dan Flamingo tak mencetak gol dalam tiga penampilannya.
Meski tak pernah bermain untuk Timnas Indonesia, Flamingo tak pernah menyembunyikan ikatan emosionalnya dengan tanah leluhurnya. Sejak bertahun-tahun lalu, ia rutin memasang bendera Indonesia di latar profil Instagram-nya, bahkan saat merayakan gelar bersama PSV atau saat momen penting dalam karier. Foto-foto pribadinya yang memperlihatkan dirinya mengenakan kaos bertuliskan “Indonesia” atau mengibarkan bendera Merah-Putih di stadion pun kerap menjadi sorotan penggemar Tanah Air.
Konsistensinya itu menjadi simbol keteguhan identitas—sebuah pengakuan diam-diam bahwa, meskipun tak bisa memakai seragam Garuda di lapangan, hatinya tetap berdetak untuk Indonesia.















