Sumbawanews.com,- Pemerintah Malaysia memutuskan memperpanjang operasi pencarian puing pesawat MH370 hingga 30 Juni 2027, dengan melanjutkan kerja sama bersama perusahaan eksplorasi bawah laut Ocean Infinity. Perpanjangan ini resmi berlaku mulai 1 Juli 2026, setelah disetujui oleh kabinet pada Jumat, 27 Juni 2026.
Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke Siew Fook, menjelaskan bahwa perjanjian baru mempertahankan prinsip utama sebelumnya: “tidak ditemukan, tidak ada pembayaran.” Artinya, pemerintah hanya akan membayar sebesar 70 juta dolar AS—setara dengan sekitar Rp1,26 triliun—jika puing-puing pesawat benar-benar ditemukan di Samudra Hindia selatan.
Area pencarian yang tersisa mencakup luas 7.428,54 kilometer persegi, wilayah yang belum sepenuhnya dieksplorasi sejak pesawat Malaysia Airlines Penerbangan MH370 menghilang dari radar pada 8 Maret 2014. Pesawat tersebut membawa 239 penumpang dan awak, terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing, sebelum lenyap tanpa jejak.
Operasi pencarian sebelumnya telah dilakukan dalam beberapa tahap sejak 2014, namun hingga kini tidak ada bagian utama pesawat yang ditemukan. Beberapa puing yang ditemukan di pantai-pantai Afrika dan pulau-pulau di Samudra Hindia diyakini berasal dari MH370, tetapi lokasi pasti jatuhnya pesawat tetap menjadi misteri.
Loke menekankan bahwa perpanjangan ini bukan hanya upaya teknis, tetapi juga komitmen moral terhadap keluarga korban yang masih menanti kejelasan. “Kami tidak akan berhenti mencari, selama ada harapan dan kemungkinan,” ujarnya.
Ocean Infinity, perusahaan asal Amerika Serikat yang menggunakan teknologi robot bawah laut canggih, akan kembali mengerahkan armada kapal dan drone otonom untuk memindai dasar laut dengan resolusi tinggi. Teknologi ini memungkinkan pemindaian area yang lebih luas dan lebih cepat dibanding metode sebelumnya.
Meski waktu terus berjalan, dan jejak pesawat semakin kabur oleh arus laut dan sedimentasi, pemerintah Malaysia tetap berpegang pada keyakinan bahwa jawaban masih bisa ditemukan—di dasar samudra yang sunyi, di antara ribuan kilometer persegi kegelapan.















