Sumbawanews.com,- Houston — Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, menegaskan bahwa laga melawan Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan dihadapi seperti pertandingan final. Meski secara historis Selecao unggul telak atas Samurai Biru, Ancelotti tak meremehkan ketajaman dan ketahanan tim asal Asia yang baru saja mengalahkan Brasil dalam laga persahabatan Oktober 2025 dengan skor 3-2.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion NRG, Houston, pada Selasa (30/6) dinihari WIB, diprediksi bakal sengit. Ancelotti, yang pernah menangani klub-klub top Eropa seperti Real Madrid dan AC Milan, mengakui bahwa Jepang kini termasuk dalam daftar tim terbaik dunia. “Mereka adalah salah satu tim terbaik di dunia. Kami punya rasa hormat penuh untuk mereka, dan bagi kami, ini adalah final,” ujarnya.
Kemenangan Jepang dalam pertemuan terakhir bukan sekadar kejutan. Itu menjadi bukti bahwa tim yang dipimpin pelatih Hidetoshi Nakata telah berkembang pesat, dengan kombinasi presisi teknis, disiplin taktis, dan semangat juang yang tak terbendung. Di Piala Dunia 2026, Jepang tampil sebagai runner-up Grup F dengan lima poin dari dua imbang dan satu kemenangan, mengungguli Swedia dan Tunisia.
Sementara itu, Brasil yang finis di puncak Grup C dengan tujuh poin, tetap menjadi favorit. Namun, kekalahan 3-2 dalam laga uji coba lalu menjadi peringatan keras. Ancelotti menekankan bahwa timnya harus siap secara fisik dan mental untuk segala kemungkinan—termasuk perpanjangan waktu dan adu penalti. “Setiap pertandingan di kompetisi ini sangat sulit. Kami siap, termotivasi, dan percaya diri, tapi kami tahu: ini bukan pertandingan biasa.”
Riwayat pertemuan antara kedua tim menunjukkan dominasi Brasil: 11 kemenangan, dua imbang, dan hanya satu kekalahan dalam 14 pertemuan sejak 1989. Namun, kekalahan terakhir itu mengubah dinamika psikologis. Bagi Brasil, ini bukan sekadar melanjutkan tren kemenangan—ini adalah ujian untuk membuktikan bahwa mereka masih layak disebut raksasa sepak bola dunia.
Vinicius Junior, Rodrygo, dan rekan-rekannya akan berhadapan dengan pemain-pemain seperti Kaoru Mitoma, Takefusa Kubo, dan Yoshinori Muto, yang telah menunjukkan kemampuan mengejutkan di level internasional. Di sisi lain, Brasil yang mengandalkan kecepatan dan kreativitas serangan, harus berhati-hati terhadap serangan balik cepat dan pertahanan rapat Jepang.
Dengan segala sejarah, emosi, dan harapan yang terpampang di atas lapangan, laga ini bukan hanya soal melaju ke babak berikutnya. Ini adalah pertarungan antara tradisi dan transformasi, antara kejayaan masa lalu dan ambisi masa depan. Dan bagi Brasil, seperti yang dikatakan Ancelotti: “Ini adalah final.”















