Sumbawanews.com,- Bursa transfer Liga Italia resmi dibuka pada Senin, 29 Juni 2026, dan Juventus langsung mengambil langkah strategis dengan membidik bek tengah Tarik Muharemovic—pemain yang pernah membela mereka sebelum hengkang ke Sassuolo pada 2024. Kunci utama dalam upaya ini adalah Giovanni Carnevali, mantan CEO Sassuolo yang kini memimpin manajemen Bianconeri setelah menggantikan Damien Comolli yang dipecat usai Juventus gagal masuk Liga Champions musim depan.
Carnevali memiliki sejarah erat dengan Muharemovic. Saat menjabat di Sassuolo, ia menjadi arsitek di balik kebangkitan sang bek asal Bosnia, yang bersama Jay Idzes membentuk lini belakang paling konsisten di Serie A musim lalu. Keduanya menjadi perhatian utama para pencari bakat, dengan harga pasaran Muharemovic kini diperkirakan mencapai 25–30 juta euro menurut laporan Il Resta del Carlino.
Namun, keberhasilan Juventus tak hanya bergantung pada kesanggupan membayar. Carnevali memanfaatkan hak penjualan sebesar 50 persen yang masih dimiliki klub asal Turin, sehingga bisa mengurangi beban biaya transfer secara signifikan. Pihak Juventus telah menjadwalkan pertemuan dengan agen Muharemovic pekan ini untuk membahas kontrak hingga 2031. Jika kesepakatan pribadi terwujud, negosiasi dengan Sassuolo soal mahar akan segera menyusul.
Sassuolo sendiri diuntungkan besar dari investasi awal mereka: hanya mengeluarkan 3 juta euro untuk merekrut Muharemovic dari klub sebelumnya dua tahun silam. Kini, mereka mematok harga tinggi, tetapi tidak menutup kemungkinan menerima tawaran yang masuk akal—terutama jika Juventus bersedia mempertimbangkan penjualan pemain muda mereka sebagai bagian dari deal.
Di sisi lain, Juventus juga mengejar gelandang muda Fabio Miretti, yang menjadi incaran Fiorentina dan klub-klub lain. Namun, fokus utama tetap pada Muharemovic, yang bukan hanya pemain berkaliber tinggi, tetapi juga simbol keberhasilan kebijakan manajemen Carnevali di Sassuolo—termasuk dalam mengorbitkan Jay Idzes dari Venezia menjadi pemain bernilai 14 juta euro.
Kembalinya Muharemovic ke Turin bukan sekadar penguatan lini belakang. Ini adalah pernyataan bahwa Juventus, di bawah kepemimpinan baru, ingin membangun kembali kejayaan melalui kecermatan dalam manajemen pemain—bukan hanya dana besar, tapi juga hubungan, rekam jejak, dan kepercayaan yang dibangun di masa lalu.















