Home Berita Internasional Gempa Dahsyat di Venezuela Rusak Ribuan Bangunan, Jutaan Warga Terdampak

Gempa Dahsyat di Venezuela Rusak Ribuan Bangunan, Jutaan Warga Terdampak

Sumbawanews.com,- Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan hingga 6,76 juta orang terdampak gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026. Bencana yang terjadi dalam dua guncangan beruntun dengan kekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5—berjarak hanya 39 detik—menyebabkan kerusakan luas di sejumlah wilayah, terutama di Negara Bagian Yaracuy dan ibu kota sementara, Caracas.

Menurut laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa pertama berada sekitar 23 kilometer tenggara Yumare, sementara gempa kedua berpusat 23,9 kilometer di timur laut San Felipe. Kedua episentrum berada di wilayah yang padat penduduk, memperparah dampaknya terhadap infrastruktur dan kehidupan warga.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB menyatakan sekitar 2 juta penduduk Caracas diproyeksikan terkena dampak langsung. Analisis citra satelit menunjukkan 31,5 persen bangunan di kawasan Catia La Mar mengalami kerusakan parah hingga roboh. Tim tanggap darurat kini bergerak di antara reruntuhan, mencari korban yang masih terperangkap.

Direktur Jenderal IOM, Amy Pope, menekankan bahwa minggu-minggu awal pasca-bencana menjadi krusial dalam menentukan arah respons jangka panjang. “Jam-jam dan hari-hari pertama setelah bencana merupakan masa yang sangat menentukan. Periode itu akan membentuk seluruh tahapan penanganan berikutnya,” ujarnya.

IOM telah memobilisasi bantuan darurat yang sebelumnya telah dipersiapkan di Venezuela, termasuk tenda penampungan, air bersih, makanan, dan perlindungan bagi kelompok rentan. Namun, jumlah pengungsi diperkirakan terus meningkat karena warga yang rumahnya hancur atau tak lagi aman berbondong-bondong mencari tempat yang lebih selamat.

Koordinasi antara pemerintah Venezuela, PBB, dan lembaga kemanusiaan internasional terus diperkuat untuk memastikan bantuan sampai ke daerah-daerah terpencil yang aksesnya terganggu. Sementara itu, angka korban jiwa terus bertambah, dengan laporan awal menyebut hampir seribu orang tewas—sebuah angka yang kemungkinan akan diperbarui seiring pemantauan lapangan yang semakin luas.

Bencana ini tidak hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga memperdalam krisis kemanusiaan di negara yang sudah lama menghadapi tantangan ekonomi dan infrastruktur. Dengan sumber daya terbatas dan jaringan logistik yang rapuh, upaya penyelamatan nyawa menjadi tantangan besar yang memerlukan respons global yang cepat dan terkoordinasi.

Previous articleIndonesia Masuk Final AVC Volleyball 2026, Sejarah Baru di Kancah Asia
Next articleAnggaran Riset Nasional Diperkuat Jadi Rp4 Triliun