Home Berita Olah Raga Gary Lineker Kecewa: Hukuman Madibo Terlalu Berat untuk Tekel Tak Sengaja

Gary Lineker Kecewa: Hukuman Madibo Terlalu Berat untuk Tekel Tak Sengaja

Sumbawanews.com,- FIFA mendapat kecaman keras dari legenda sepak bola Inggris Gary Lineker atas keputusan menjatuhkan sanksi lima pertandingan kepada pemain Qatar, Assim Madibo, menyusul tekel yang menyebabkan cedera serius pada gelandang Kanada, Ismael Kone, dalam laga Piala Dunia 2026 yang berakhir 6-0 untuk Kanada. Insiden itu terjadi pada menit-menit akhir pertandingan, ketika Madibo melakukan tekel dari belakang yang membuat Kone mengalami patah tulang tibia dan fibula di kaki kiri. Wasit langsung memberikan kartu merah, dan setelah tinjauan retrospektif, FIFA memperberat hukuman menjadi larangan bermain selama lima pertandingan berdasarkan Pasal 14.1.e Kode Disiplin FIFA yang mengatur “kecurangan serius”.

Lineker, yang dikenal vokal dalam isu keadilan olahraga, mengecam keputusan itu lewat unggahan di Instagram. “Ini benar-benar omong kosong. Itu jelas tekel yang tidak disengaja—bahkan seharusnya tidak sampai kartu merah. Madibo juga terlihat hancur hatinya melihat lawannya cedera. Keputusan ini tidak masuk akal,” tulisnya. Pernyataan itu langsung memicu perdebatan luas di kalangan penggemar dan mantan pemain, terutama mengingat hukuman serupa pernah diberikan kepada Luis Suarez pada Piala Dunia 2014 setelah menggigit Giorgio Chiellini—sanksi yang mencakup larangan beraktivitas sepak bola selama empat bulan dan sembilan pertandingan.

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Kanada mengonfirmasi bahwa Kone telah menjalani operasi sukses dan diprediksi pulih sepenuhnya, meski kariernya di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih awal. Madibo, yang sebelumnya dikenal sebagai pemain disiplin, tidak pernah memiliki catatan pelanggaran serius sebelumnya. Banyak pihak menilai bahwa hukuman lima pertandingan—yang termasuk salah satu yang paling berat dalam sejarah FIFA untuk insiden non-sengaja—terlalu tidak proporsional dibandingkan dengan konteks dan niat di balik tekel tersebut.

Kritik Lineker bukan sekadar emosi pribadi, tapi mencerminkan kekhawatiran lebih luas tentang arah kebijakan disiplin FIFA yang semakin kaku dan kurang mempertimbangkan konteks pertandingan. Banyak yang bertanya: apakah sistem hukuman saat ini lebih fokus pada simbolisme daripada keadilan sejati di lapangan?

Previous articleKroasia dan Ghana Bertarung Hidup-Mati di Philadelphia untuk Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Next articleAnak Tunanetra Bersorak Bahagia Saat Ronaldo Cetak Gol