Sumbawanews.com,- Inggris meraih kemenangan 2-0 atas Panama dalam laga matchday ketiga Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (28/6) pagi WIB. Meski hasil akhir memperkuat posisi mereka sebagai juara grup, performa tim asuhan Thomas Tuchel menuai kritik tajam dari legenda Timnas Inggris, Alan Shearer.
Kemenangan ini sekaligus mengamankan tiket Inggris ke babak 16 besar, namun jalannya pertandingan jauh dari impresif. The Three Lions tampak dominan sejak awal, menguasai bola dan menciptakan peluang, tetapi gagal menembus pertahanan Panama yang disiplin dan berani bertahan. Baru pada menit ke-62, Jude Bellingham membuka keunggulan lewat sundulan dari sepak sudut Bukayo Saka. Lima menit kemudian, ia kembali menjadi pahlawan dengan memberikan umpan silang sempurna kepada Harry Kane, yang menuntaskan peluang dengan sundulan tajam.
Gol Panama yang dicatatkan Jose Fajardo sebelumnya dianulir wasit karena posisi offside. Meski meraih tiga poin, Inggris terlihat kaku dalam mengolah bola di sepertiga lapangan lawan dan kerap kehilangan kecepatan dalam serangan balik. Lini belakang mereka pun sempat terlihat gugup saat menghadapi umpan lambung dan tekanan fisik dari pemain Panama.
Alan Shearer, yang pernah menjadi ujung tombak timnas di era 1990-an, tak segan menyampaikan kekecewaannya. “Tujuan utama adalah menang. Tapi apakah kita bisa menang *dan* tampil memukau? Mungkin tidak hari ini,” ujarnya dalam wawancara dengan BBC Sport. Ia menilai, meski Bellingham dan Kane menunjukkan kelasnya, tim secara keseluruhan masih terlalu bergantung pada individu, bukan sistem.
Shearer menyoroti kelemahan bertahan Inggris yang berulang kali terjebak offside atau lengah dalam pengawalan pemain lawan. “Ada dua atau tiga kesalahan mendasar di belakang. Mereka butuh lebih dari sekadar kualitas individu—mereka butuh konsistensi, komunikasi, dan kepercayaan diri sebagai tim,” tambahnya.
Meski demikian, Shearer tetap mengakui bahwa kemenangan ini penting untuk menjaga momentum menjelang babak gugur. Ia menegaskan bahwa tim-tim besar sering kali menang bukan karena permainan indah, tapi karena memiliki pemain yang bisa mengubah segalanya dalam satu momen—seperti Bellingham dan Kane.
“Banyak tim hebat yang menang karena mereka punya pemain yang bisa menyelesaikan pekerjaan. Inggris punya itu. Tapi mereka harus belajar menang tanpa harus terlalu bergantung pada dua nama itu,” ujar Shearer.
Dengan kemenangan ini, Inggris mengakhiri fase grup sebagai pemimpin Grup L dengan 9 poin, unggul selisih gol atas Kroasia yang mengalahkan Ghana 2-1. Sementara itu, Panama tersingkir tanpa meraih poin sama sekali.
Pertandingan ini menjadi pengingat bahwa di Piala Dunia, menang bukan cukup. Kredibilitas sebagai juara dibangun dari konsistensi, bukan hanya hasil akhir.















