Home Berita Olah Raga Kroasia dan Ghana Bertarung Hidup-Mati di Philadelphia untuk Tiket 32 Besar Piala...

Kroasia dan Ghana Bertarung Hidup-Mati di Philadelphia untuk Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Stadion Lincoln Financial Field di Philadelphia akan menjadi panggung duel sengit antara Kroasia dan Ghana pada Minggu, 28 Juni 2026, pukul 04.00 WIB. Laga pamungkas Grup L ini menentukan nasib kedua tim dalam perburuan tiket otomatis ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Bagi Ghana, hasil imbang sudah cukup untuk menjamin kelolosan. Tim yang dijuluki The Black Stars berada di posisi kedua klasemen dengan empat poin, dan hanya butuh satu angka untuk mengamankan tempat di fase gugur. Sementara itu, Kroasia yang berada di posisi ketiga dengan tiga poin, wajib menang jika ingin menghindari ketidakpastian di peringkat ketiga terbaik.

Kroasia datang ke laga ini dengan semangat membara setelah menang tipis 1-0 atas Panama dalam laga sebelumnya. Gol tunggal Ante Budimir tidak hanya membawa tiga poin, tetapi juga menjadi momen bersejarah bagi kapten legendaris Luka Modrić, yang mencatatkan penampilan ke-200 bersama tim nasional. Pelatih Zlatko Dalic diperkirakan akan mempertahankan Budimir sebagai starter, menggantikan Petar Musa, demi memperkuat lini depan yang masih dianggap kurang tajam.

Namun, menghadapi Ghana bukanlah tantangan ringan. Tim asuhan Carlos Queiroz baru saja menahan imbang Inggris 0-0 dalam pertandingan yang menunjukkan ketangguhan pertahanan mereka. Bahkan pelatih Thomas Tuchel, yang menangani tim nasional Jerman, secara terbuka memuji pertahanan Ghana sebagai salah satu yang paling terorganisir yang pernah ia saksikan.

Ghana berambisi melanjutkan sejarah mereka di Piala Dunia. Setelah mencapai perempat final pada 2010, mereka belum pernah kembali ke fase gugur. Kali ini, dengan pertahanan kokoh dan semangat juang tinggi, mereka siap mengukir kembali nama besar di panggung dunia.

Kroasia, meski kehilangan sebagian kekuatan fisik dari era emas mereka, masih mengandalkan kecerdasan taktis dan pengalaman Modrić di tengah lapangan. Laga ini bukan sekadar pertandingan—ini adalah ujian nyata antara pengalaman dan tekad, antara masa lalu yang gemilang dan masa depan yang menanti.

Previous articleIran Tak Terkalahkan, Tapi Merasa Diperlakukan Tak Adil oleh AS di Piala Dunia 2026
Next articleGary Lineker Kecewa: Hukuman Madibo Terlalu Berat untuk Tekel Tak Sengaja