Sumbawanews.com,- Timnas Belgia menyelamatkan masa kejayaannya dengan finis teratas di Grup G Piala Dunia 2026, setelah menang telak 5-1 atas Selandia Baru di laga terakhir, sekaligus menggagalkan upaya Mesir untuk merebut posisi pertama berkat selisih gol unggul.
Meski sempat terpuruk di awal turnamen—bermain imbang 1-1 melawan Mesir dan 0-0 melawan Iran—Belgia bangkit di detik-detik terakhir. Kemenangan spektakuler itu, ditambah hasil imbang 1-1 antara Mesir dan Iran, mengantarkan Setan Merah sebagai juara grup dengan lima poin, mengungguli Mesir yang juga mengumpulkan lima poin tetapi kalah dalam selisih gol (4-2).
Dipimpin sisa-sisa legenda generasi emas yang kini berusia di atas 30 tahun, Belgia menunjukkan bahwa api semangatnya belum padam. Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, dan Romelu Lukaku—pemain yang pernah membawa Belgia meraih peringkat tiga di Piala Dunia 2018—kembali menjadi tulang punggung tim. Di Rusia lima tahun lalu, mereka menghancurkan Brasil di perempat final dan mengalahkan Inggris di pertandingan penentuan tempat ketiga.
Ketidakmampuan Belgia lolos dari fase grup di Piala Dunia 2022 menjadi pukulan telak. Kala itu, mereka hanya meraih empat poin dan tersingkir di tangan Maroko dan Austria. Kini, dengan kebangkitan di Qatar, mereka kembali membuktikan bahwa meski usia mulai menua, pengalaman dan kekompakan tetap menjadi senjata mematikan.
Belgia akan melanjutkan perjalanan di babak 32 besar, menanti lawan dari runner-up Grup J—antara Austria dan Aljazair. Pertandingan ini bukan sekadar lanjutan turnamen, tapi ujian terakhir bagi generasi yang pernah menjadi kebanggaan sepak bola dunia.
Apakah mereka bisa melangkah jauh? Atau ini adalah akhir dari sebuah era yang gemilang? Jawabannya akan terungkap dalam hitungan hari.















