Home Berita Nasional Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Narkoba Terbesar, 17,46 Ton Disita

Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Narkoba Terbesar, 17,46 Ton Disita

Sumbawanews.com,- Dalam operasi besar-besaran sepanjang Januari hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba terbesar dalam sejarah wilayahnya, dengan total barang bukti mencapai 17,46 ton dan lebih dari 5.000 pelaku ditangkap. Salah satu modus paling mencengangkan yang terungkap adalah produksi ilegal etomidate—narkotika golongan II—yang disamarkan sebagai pabrik rumahan di dalam apartemen mewah.

Kombes Pol Ahmad David, Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa tiga lokasi produksi clandestine lab berhasil digrebek. Di dalamnya, petugas menyita 2.807 cartridge vape, 3.204,44 gram serbuk etomidate, dan 27.730 mililiter cairan etomidate. Bahan-bahan ini mampu diolah menjadi sekitar 450.000 cartridge vape siap edar—sebuah angka yang menunjukkan skala industri narkoba yang terorganisasi dan sangat tersembunyi.

“Pelaku sengaja memilih apartemen sebagai tempat produksi karena sulit dideteksi. Mereka menyamarkan bau kimia, mengatur aliran listrik, dan bahkan memakai nama-nama fiktif untuk sewa unit,” ujar Ahmad David, Jumat (26/6/2026).

Etomidate, yang sebelumnya dikenal sebagai bahan anestesi medis, kini menjadi narkoba paling diminati kalangan remaja perkotaan. Karena bentuknya yang menyerupai vape biasa, penggunaannya terasa “aman” dan tidak mencurigakan. Tak heran, peredarannya melonjak tajam di kawasan Jabodetabek, terutama di kalangan pelajar dan anak muda urban yang menganggapnya sebagai “rokok elektrik baru”.

Operasi ini bukan sekadar penangkapan biasa, melainkan serangan terhadap jaringan transnasional yang menghubungkan produksi lokal dengan distribusi lintas provinsi. Polda Metro Jaya juga mengungkap bahwa sebagian besar prekursor kimia etomidate didatangkan dari luar negeri, kemudian diolah secara diam-diam di dalam rumah-rumah yang terlihat biasa.

Dengan temuan ini, otoritas keamanan semakin khawatir terhadap tren baru penyalahgunaan narkoba yang mengandalkan teknologi dan kecerdikan modus penyamaran. Pihak kepolisian kini memperkuat patroli di kompleks perumahan mewah, memantau transaksi listrik mencurigakan, dan bekerja sama dengan pihak pengelola gedung untuk memperketat sistem keamanan.

“Ini bukan lagi soal penggunaan narkoba, tapi industri narkoba yang bersembunyi di balik kenyamanan kota modern,” tegas Ahmad David. “Kita tidak hanya menangkap orangnya, tapi memutus rantai produksi yang mengancam generasi muda.”

Previous articleJepang Siap Hadapi Brasil, Bukan Underdog Lagi
Next articleBintang Sepak Bola Terjerat Narkoba, Siapa Saja?