Sumbawanews.com,- Jakarta – Matheus Cunha kini berada di ambang sejarah. Tiga gol yang ia cetak untuk Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 membawanya menyamai catatan dua legenda Manchester United: Sir Bobby Charlton (1966) dan Marcus Rashford (2022), yang masing-masing mencetak dua gol dalam satu edisi Piala Dunia. Hanya dua gol lagi yang dibutuhkan Cunha untuk menjadi pemain MU paling produktif dalam satu turnamen Piala Dunia sepanjang sejarah.
Pemain berusia 27 tahun itu mencetak dua gol dalam kemenangan 5-0 atas Haiti, lalu menambah satu lagi saat Brasil mengalahkan Skotlandia 3-1. Dengan total tiga gol dalam tiga pertandingan grup, Cunha menjadi pencetak gol terbanyak Brasil di turnamen ini, sekaligus menempatkannya di puncak daftar pencetak gol pemain MU yang berlaga di Piala Dunia.
Rekor tertinggi saat ini dipegang oleh Romelu Lukaku (Belgia, 2018) dan Robin van Persie (Belanda, 2014), masing-masing dengan empat gol. Jika Cunha bisa mencetak dua gol lagi di fase gugur, ia akan menggeser nama-nama besar itu dari puncak daftar.
Cunha, yang debut bersama Timnas Brasil pada 2020 dan kini telah mengoleksi 26 caps dengan empat gol, menjadi andalan pelatih Carlo Ancelotti sebagai penyerang utama—meski sering turun mendalam, memainkan peran sebagai false nine. Ini adalah penampilan Piala Dunia pertamanya; ia tidak dipanggil pada edisi 2022, sehingga pencapaiannya kali ini semakin impresif.
Di klub, ia tetap menjadi pilar penting Manchester United, meski sering dipertanyakan perannya dalam sistem permainan. Namun, di kancah dunia, Cunha justru menemukan suaranya—sebagai penyerang yang lincah, cerdas, dan tak kenal takut menghadapi pertahanan terkuat.
Dengan Brasil yang masih berjalan mulus di grup C, unggul atas Morocco dan Scotland, peluang Cunha untuk menambah gol semakin terbuka lebar. Jika ia mampu menembus babak semifinal, rekor tertajam MU di Piala Dunia bukan lagi mimpi—tapi kemungkinan nyata yang siap ditulis dalam sejarah sepak bola global.















