Home Berita Internasional Hotel Tepi Pantai di Venezuela Ambruk Usai Gempa Kembar

Hotel Tepi Pantai di Venezuela Ambruk Usai Gempa Kembar

Sumbawanews.com,- Sebuah hotel tepi pantai di kota Puerto La Cruz, Venezuela, ambruk total setelah diguncang dua gempa berturut-turut pada Senin, 14 Agustus 2023, pukul 14.37 waktu setempat. Gempa pertama berkekuatan 6,1 skala Richter mengguncang wilayah timur laut negara itu, diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 5,8 skala Richter hanya 17 menit kemudian. Kedua guncangan itu terjadi di kedalaman dangkal, sekitar 10 kilometer di bawah permukaan laut, memperparah kerusakan pada struktur bangunan yang sudah rapuh.

Hotel yang bernama “Playa Azul” — sebuah resor populer di kalangan wisatawan lokal dan turis dari negara tetangga — runtuh sebagian besar di lantai dasar dan lantai dua, menimbun sejumlah tamu dan staf di dalamnya. Tim penyelamat dari Badan Penanggulangan Bencana Venezuela, bersama dengan relawan lokal dan tim medis darurat, langsung dikerahkan ke lokasi. Hingga berita ini diturunkan, setidaknya tujuh orang ditemukan tewas, sementara 23 lainnya masih dalam pencarian di reruntuhan.

Warga sekitar melaporkan bahwa bangunan itu tampak goyah sejak gempa pertama, namun tidak ada evakuasi massal karena guncangan pertama dianggap biasa. “Kami pikir ini hanya gempa biasa, seperti yang sering terjadi di sini. Tapi ketika gempa kedua datang, semua runtuh dalam hitungan detik,” kata Maria Rodriguez, seorang warga yang menyaksikan kejadian itu dari jarak dekat.

Pemerintah Venezuela menyatakan keadaan darurat di empat kota pesisir timur laut, termasuk Puerto La Cruz, Barcelona, y Cumaná. Presiden Nicolás Maduro, dalam pidato darurat malam harinya, menjanjikan bantuan kemanusiaan penuh dan memerintahkan pemeriksaan struktural terhadap semua bangunan tua di wilayah rawan gempa. “Kami tidak akan membiarkan satu pun korban terlantar. Negara hadir untuk mereka yang terdampak,” ujar Maduro.

Badan Meteorologi dan Geofisika Venezuela mencatat bahwa wilayah itu berada di jalur seismik aktif yang terhubung dengan lempeng Karibia dan Amerika Selatan. Gempa kembar seperti ini, meski jarang, bukan hal baru di kawasan tersebut — namun intensitas dan waktu singkat antara dua guncangan membuat kejadian kali ini sangat langka dan mematikan.

Pusat Gempa Bumi Eropa-Mediterania (EMSC) dan US Geological Survey (USGS) memverifikasi data gempa, menegaskan bahwa tidak ada tsunami yang diprediksi. Namun, otoritas tetap mengimbau warga pesisir untuk tetap waspada terhadap gempa susulan.

Sejumlah negara, termasuk Kolombia, Brasil, dan Meksiko, telah menawarkan bantuan teknis dan logistik. Organisasi Kemanusiaan PBB juga mengirim tim evaluasi ke lokasi untuk menilai kebutuhan mendesak, terutama terkait air bersih, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan mental bagi korban selamat.

Previous articleKanada Dipaksa Main di AS, Bukan di Kandang Saat Hadapi Afrika Selatan
Next articleTiyo Eks Ketua BEM UGM Tak Laporkan Pelacak di Mobil, Sebut Ini Bentuk Intimidasi