Home Berita Internasional Fasilitas Minyak Venezuela Porak Poranda Dihantam Dua Gempa Dahsyat

Fasilitas Minyak Venezuela Porak Poranda Dihantam Dua Gempa Dahsyat

Sumbawanews.com,- Pada 14 Agustus 2023, dua gempa bumi berkekuatan besar mengguncang wilayah timur Venezuela, merusak sejumlah fasilitas minyak krusial yang menjadi tulang punggung ekonomi negara itu. Gempa pertama, berkekuatan 6,8 skala Richter, menghantam dekat kota Maturín pukul 14.17 waktu setempat, diikuti gempa susulan berkekuatan 6,2 pada pukul 15.03. Pusat gempa berada di kedalaman sekitar 120 kilometer, namun dampaknya terasa hingga ke pusat produksi minyak di wilayah Orinoco Belt.

Kantor operasional PDVSA, perusahaan minyak negara, di Maturín mengalami kerusakan struktural parah, termasuk atap yang runtuh dan sistem pipa bocor. Tiga fasilitas pengolahan kecil di sekitar kota El Tigre dan Puerto La Cruz juga terpaksa dihentikan sementara karena kerusakan pada sistem kontrol dan kelistrikan. Sejumlah tangki penyimpanan minyak mentah mengalami kebocoran ringan, meski tidak terjadi kebakaran atau ledakan.

Pemerintah Venezuela mengonfirmasi bahwa produksi minyak harian turun sekitar 120.000 barel per hari, atau sekitar 15 persen dari total output nasional yang saat ini berada di angka 800.000 barel per hari. Penurunan ini memperparah tekanan ekonomi yang sudah berlangsung bertahun-tahun, terutama karena Venezuela bergantung pada ekspor minyak untuk 90 persen pendapatan negara.

Pihak PDVSA menyatakan tim darurat sedang bergerak cepat untuk mengevaluasi kerusakan dan memulihkan operasi. Namun, keterbatasan sumber daya dan infrastruktur yang sudah rapuh sejak dekade lalu memperpanjang proses pemulihan. Masyarakat di sekitar wilayah gempa melaporkan pemadaman listrik berkepanjangan, kekurangan air bersih, dan gangguan komunikasi.

Presiden Venezuela Nicolás Maduro, dalam pidato darurat pada malam hari, menjanjikan bantuan segera dan menyalahkan sanksi internasional sebagai penyebab utama ketidakmampuan negara membangun sistem antisipasi gempa yang memadai. “Kami tidak bisa membangun ketahanan infrastruktur karena diblokade,” ujarnya, tanpa menyebutkan peran korupsi dan manajemen buruk yang juga menjadi faktor krusial.

Badan Meteorologi dan Geofisika Venezuela mencatat lebih dari 40 gempa susulan hingga dini hari, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,1. Wilayah timur yang sebelumnya dianggap relatif aman dari aktivitas seismik kini menjadi fokus studi baru para ilmuwan geologi.

Pemulihan penuh fasilitas minyak diperkirakan memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung pada akses bantuan teknis dan peralatan pengganti yang sulit didapat akibat sanksi. Dunia internasional, termasuk OPEC, masih menunggu laporan resmi dari Venezuela sebelum menilai dampaknya terhadap pasokan minyak global.

Previous articleEks Ketua Ombudsman Pakai Nama Samaran John Lennon dalam Kasus Nikel
Next articleArgentina Siap Hadapi Empat Kandidat Kuat di 32 Besar Piala Dunia 2026