Home Berita Internasional Kapal Perang Gagal, Jerman Rugi Rp46 Triliun

Kapal Perang Gagal, Jerman Rugi Rp46 Triliun

Sumbawanews.com,- Pemerintah Jerman resmi menghentikan proyek kapal fregat F126—program senjata laut terbesar sejak Perang Dunia II—setelah menghabiskan dana hingga 2,3 miliar euro (Rp46,9 triliun), meski kapal belum sepenuhnya rampung. Keputusan drastis ini memicu goncangan di pasar pertahanan, dengan saham Rheinmetall anjlok 13 persen akibat kegagalan proyek yang dijanjikan menjadi tulang punggung Angkatan Laut Jerman.

Dilansir dari laporan Der Spiegel dan Die Welt, pembatalan ini dipicu oleh rangkaian masalah berkelanjutan: penundaan teknis yang tak terkendali, kompleksitas perangkat lunak, dan proyeksi biaya yang melonjak hingga lebih dari 18 miliar euro—hampir dua kali lipat dari anggaran awal sebesar 10 miliar euro. Kementerian Pertahanan Jerman menyimpulkan bahwa melanjutkan proyek justru akan membebani anggaran negara secara tak rasional.

Alih-alih mempertahankan rencana raksasa itu, Menteri Pertahanan Boris Pistorius memilih strategi pragmatis: memperluas pesanan fregat kelas MEKO A-200 buatan TKMS. Kapal yang lebih ringkas—dengan panjang 120 meter dan bobot 4.200 ton—dianggap lebih efisien, siap produksi, dan mampu memenuhi kebutuhan operasional jangka pendek. Keputusan ini justru menjadi angin segar bagi TKMS, yang sahamnya melonjak 10 persen setelah pasar menilai peluang kontrak baru sebagai sinyal stabilitas.

Fregat F126, yang awalnya dirancang dengan panjang 166 meter dan bobot 10.500 ton, sempat menjadi simbol ambisi militer Jerman di bawah kepemimpinan mantan Menteri Pertahanan Ursula von der Leyen. Namun, proyek ini terus terhambat oleh manajemen yang kacau, termasuk peralihan pengelolaan dari galangan Lürssen ke Rheinmetall yang baru diakuisisi pada Maret 2026—langkah yang gagal menyelamatkan proyek dari kegagalan struktural.

Meski kehilangan miliaran euro, pemerintah Jerman menilai keputusan ini sebagai langkah pencegahan kerugian jangka panjang. Angkatan Laut Jerman, yang tengah berupaya memperkuat kapabilitas laut di tengah ketegangan keamanan Eropa, menyambut baik pergeseran strategi ini. Dengan fregat MEKO A-200 yang lebih andal dan siap diluncurkan, Berlin berharap bisa memulihkan kepercayaan publik sekaligus mempercepat modernisasi armadanya tanpa terjebak dalam proyek yang terlalu ambisius dan tidak terkendali.

Previous articlePersib Masih Menunggu Keputusan Transfer
Next articleQatar Gagal Lanjut, Swiss Kalahkan Kanada di Piala Dunia 2026