Sumbawanews.com,- Pertandingan terakhir Grup F Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium akan menentukan nasib dua tim dengan perjalanan kontras: Belanda yang berburu juara grup, dan Tunisia yang bertahan dari kehancuran. De Oranje, yang sudah mengumpulkan empat poin dan unggul selisih gol atas Jepang, menghadapi tim Afrika yang belum pernah menang dalam dua laga awal—kalah 1-5 dari Swedia dan 0-4 dari Jepang.
Performa Belanda sejauh ini memukau. Dengan tujuh gol dicetak dalam dua pertandingan—termasuk kemenangan telak 5-1 atas Swedia—mereka menunjukkan serangan yang terkoordinasi dan soliditas di lini tengah. Frenkie de Jong mengendalikan ritme, Cody Gakpo dan Tijjani Reijnders menghancurkan pertahanan lawan, sementara Virgil van Dijk menjadi benteng tak tergoyahkan. Meski ada kekhawatiran cedera pada Brian Brobbey dan Memphis Depay, pelatih Ronald Koeman masih punya opsi kuat: Donyell Malen sebagai ujung tombak dan Crysencio Summerville di sayap.
Sementara itu, Tunisia terjebak dalam krisis defensif. Sembilan gol kebobolan dalam dua pertandingan, ditambah lima gol dalam laga uji coba terakhir melawan Belgia, membuat mereka menjadi tim paling rapuh di turnamen ini. Pelatih Hervé Renard kemungkinan akan mengambil pendekatan defensif ekstrem, mengandalkan serangan balik cepat lewat Hannibal Mejbri dan Elias Achouri. Namun, melihat kualitas lawan, strategi ini berisiko tinggi—terutama jika Belanda mampu menguasai bola seperti dalam dua laga sebelumnya.
Dalam dua pertemuan sebelumnya di Piala Dunia—1994 dan 2009—kedua tim pernah bermain imbang. Tapi kali ini, konteksnya berbeda. Belanda bukan hanya ingin menang, mereka butuh tiga poin untuk memastikan posisi pertama dan menghindari pertemuan dengan juara grup lain yang lebih berbahaya. Tunisia, di sisi lain, hanya bertahan untuk menjaga harga diri. Kekalahan besar bukan hanya masalah poin, tapi juga citra tim Afrika yang sudah kehilangan kepercayaan diri.
Dengan kekuatan tim, kedalaman skuad, dan momentum yang mengalir, Belanda diunggulkan menang—bahkan jika tidak total. Kemenangan 3-1 atau 4-2 bukanlah skor yang tidak masuk akal. Yang pasti: De Oranje siap mengunci juara grup, sementara Tunisia akan berjuang untuk menutup turnamen dengan kepala tegak—meski tubuhnya sudah penuh luka.















