Sumbawanews.com,- Laga sengit di Grup L Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor 0-0 antara Inggris dan Ghana, sebuah hasil yang tak menggambarkan dominasi penuh tim Tiga Singa. Meski menguasai bola hingga 78,8 persen dan melepaskan 19 tembakan—empat di antaranya mengarah ke gawang—Inggris gagal memecah kebuntuan pertahanan Ghana yang disiplin dan penuh tekad.
Di tengah tekanan berkelanjutan, para pemain Inggris tampak tenang. Tak ada kepanikan, tak ada kegugupan. Gelandang andalan Declan Rice justru menegaskan sikap optimis timnya. “Kami tetap positif. Masih di puncak grup, kan?” ujarnya usai laga, dilansir dari ESPN.
Kemenangan atas Panama di laga sebelumnya membuat Inggris mengoleksi empat poin, sama dengan Ghana, namun unggul selisih gol. Kroasia berada di posisi ketiga dengan tiga poin, sementara Panama, yang kini sudah pasti tersingkir, tetap berada di dasar klasemen dengan nol poin.
Rice mengakui bahwa keberuntungan belum berpihak kepada timnya, terutama di 10 menit terakhir pertandingan. “Ghana bertahan sangat dalam, dan kami sudah coba segala cara. Tapi sepakbola sering kali soal momen kecil yang tak terduga,” katanya.
Dengan satu laga tersisa, Inggris akan menghadapi Panama pada Minggu, 28 Juni 2026, pukul 04.00 WIB. Kemenangan akan memastikan mereka menjadi juara grup, sekaligus mengamankan jalur lebih mudah di babak gugur. Thomas Tuchel, pelatih asal Jerman, kini menghadapi tantangan besar: mengubah dominasi menjadi gol, dan mengubah tekanan menjadi kemenangan.
Sementara itu, Ghana—meski hanya meraih satu poin—menunjukkan kemampuan bertahan yang mengesankan, membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim yang bisa dianggap remeh di panggung dunia.
Dengan klasemen yang ketat dan semangat yang masih menyala, perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 belum berakhir. Ia belum menang, tapi belum pula kehilangan kendali atas nasibnya.















