Home Berita Olah Raga Uzbekistan Tumbang 0-5, Cannavaro Ambil Alih Semua Salah

Uzbekistan Tumbang 0-5, Cannavaro Ambil Alih Semua Salah

Sumbawanews.com,- Portugal merajalela di Stadion Houston dengan kemenangan telak 5-0 atas Uzbekistan dalam lanjutan Grup K Piala Dunia 2026. Kekalahan ini menghantarkan tim asuhan Fabio Cannavaro ke ambang eliminasi, setelah sebelumnya juga tak meraih poin di laga pembuka. Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya dominasi sang juara bertahan, melainkan sikap sang pelatih yang berdiri tegak di garis depan, menanggung seluruh tanggung jawab atas kegagalan timnya.

Cristiano Ronaldo menjadi bintang sekaligus sejarah. Dua golnya tidak hanya memperkuat posisi Portugal sebagai pemuncak grup, tetapi juga mengukir rekor baru dalam sejarah Piala Dunia—menjadi pemain pertama yang mencetak gol di lima edisi turnamen berbeda. Gol-golnya disusul oleh trio Portugal lainnya, menciptakan kehancuran total bagi pertahanan Uzbekistan yang tampak kewalahan menghadapi kecepatan dan presisi lawan.

Bagi Uzbekistan, kekalahan ini bukan sekadar angka. Mereka sempat memiliki peluang memperkecil ketertinggalan ketika Azizjon Ganiev berhasil membobol gawang Portugal. Namun, gol itu dianulir oleh VAR setelah wasit menilai adanya pelanggaran dalam proses serangan. Keputusan itu, menurut Cannavaro, menjadi titik balik psikologis yang menggoyahkan mental timnya.

“Ini bukan salah para pemain,” tegas Cannavaro dalam konferensi pers usai laga. “Mereka berjuang habis-habisan. Saya yang salah dalam strategi, dalam menyiapkan mereka menghadapi tekanan sebesar ini. Saya yang harus bertanggung jawab.”

Pelatih berusia 52 tahun itu, mantan kapten tim nasional Italia dan pemenang Ballon d’Or 2006, menekankan bahwa sebagian besar pemain Uzbekistan masih baru di panggung Piala Dunia. Ia sengaja memilih untuk tidak menyalahkan mereka, justru membangun kepercayaan diri sebagai fondasi masa depan.

“Saya katakan kepada mereka: boleh salah mengoper, boleh kehilangan bola, boleh takut. Tapi jangan pernah takut untuk mencoba. Ini adalah pelajaran yang tak bisa dibeli dengan uang,” ujarnya dengan nada penuh empati.

Kekalahan ini membuat Uzbekistan terpuruk di dasar klasemen Grup K, dengan nol poin dari dua pertandingan. Peluang lolos ke babak 32 besar kini nyaris mustahil, terutama mengingat lawan-lawan mereka di laga terakhir—Portugal yang sudah unggul 6 poin dan tim kuat lainnya. Namun, Cannavaro menolak menyerah pada angka statistik.

“Kami belum tersingkir secara matematis. Dan selama masih ada sedikit harapan, kami akan terus berdiri, bukan hanya untuk mengejar poin, tapi untuk membuktikan bahwa tim ini punya hati.”

Sementara itu, di sisi lain, keberhasilan Portugal memperkuat narasi bahwa mereka adalah salah satu kandidat terkuat meraih gelar di Piala Dunia 2026. Dengan Ronaldo yang terus menulis sejarah, dan generasi muda seperti Gonçalo Ramos serta João Neves yang tampil matang, tim asuhan Roberto Martínez semakin terlihat seperti mesin perang yang tak terbendung.

Namun, di tengah euforia kemenangan, justru Cannavaro lah yang menjadi simbol kehormatan dalam kekalahan. Ia bukan hanya pelatih, tapi figur yang memilih untuk menjadi perisai bagi anak-anak asuhnya—mengambil semua pukulan, agar mereka tetap bisa bangkit.

Di dunia sepak bola yang sering menyalahkan pemain, ia memilih untuk memikul beban sebagai pemimpin. Dan dalam kehancuran, justru itulah yang paling mulia.

Previous articleNeymar Kembali, Brasil Siap Hadapi Skotlandia
Next articleMessi Rekor Gol, Ronaldo Sang Konsisten
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik