Sumbawanews.com,- Muhammad Toha, sosok yang menjadi tulang punggung Persita Tangerang selama sembilan tahun, resmi meninggalkan klub kebanggaan warga Tangerang itu untuk melanjutkan karier di DPMM FC, Brunei Darussalam. Keputusan ini menutup babak penting dalam sejarah modern Persita, sekaligus menjadi momen emosional bagi para suporter yang menyebutnya sebagai simbol kesetiaan dan kepemimpinan di lapangan.
Sejak bergabung pada 2017, Toha tidak hanya menjadi andalan di pos bek kanan, tetapi juga jadi panutan di ruang ganti. Dari pemain muda yang baru bergabung hingga kapten tim yang dihormati semua rekan, ia menjalani perjalanan yang langka dalam dunia sepak bola modern: loyalitas tanpa syarat. Dalam 200 lebih penampilan untuk Persita, Toha tampil konsisten—30 laga di BRI Super League musim 2025/2026, 27 di antaranya sebagai starter. Kedisiplinan, ketahanan fisik, dan kepemimpinan di atas lapangan membuat namanya nyaris tak tergantikan.
Kepergiannya bukan karena kekalahan atau konflik, melainkan dorongan untuk mengejar tantangan baru. Dalam pernyataan perpisahannya, Toha mengaku ingin menguji kemampuannya di luar negeri, sekaligus membawa nilai-nilai yang ia bangun selama di Persita: kerja keras, integritas, dan cinta terhadap permainan. “Saya ingin menjadi contoh, terutama bagi pemain muda—baik di Brunei maupun di mana pun saya berada,” ujarnya.
Namun, yang paling menyentuh adalah ungkapan rasa terima kasihnya kepada suporter Persita. “Dimanapun kami bermain, selalu ada kalian. Warga Tangerang mencintai sepak bola dengan hati. Itu yang membuat saya bertahan selama sembilan tahun,” katanya dengan nada bergetar. Ia mengenang momen-momen ketika stadion dipenuhi warna ungu, suara sorak yang tak pernah padam meski tim sedang tertinggal, dan kehangatan yang tak bisa dibeli dengan uang.
Toha menutup pesannya dengan harapan yang tulus: “Saya bersyukur bisa membela Persita lebih dari 200 kali. Jangan pernah berhenti mendukung tim ini. Bahkan saat hasil buruk datang, tetaplah berdiri di belakang mereka. Karena di situlah kekuatan sejati Persita lahir.”
Dengan kepergian Toha, Persita kehilangan bukan hanya seorang pemain, tapi seorang ikon. Nama yang akan selalu diingat sebagai simbol kesetiaan di tengah dunia sepak bola yang sering berubah-ubah. Ia pergi bukan untuk meninggalkan, tapi untuk membawa cinta Persita ke tanah baru—dan meninggalkan warisan yang tak akan pernah pudar.















