Sumbawanews.com,- Kementerian Sekretariat Negara bersama Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) mulai memindahkan seluruh barang bergerak dari bangunan eks Hotel Sultan di kawasan Blok 15, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026). Proses pengosongan ini merupakan tahap lanjutan setelah eksekusi resmi aset dilakukan pada 18 Juni lalu, menandai dimulainya fase transformasi kawasan tersebut menjadi bagian dari kompleks olahraga nasional yang lebih terintegrasi.
Ratusan item perabot, peralatan kantor, hingga furnitur klasik yang pernah menjadi saksi bisu masa kejayaan hotel berbintang itu kini dikemas rapi dan diangkut menuju dua gudang penyimpanan strategis di Cikarang, Jawa Barat. Pemindahan ini tidak hanya bersifat logistik, tetapi juga simbolis—menghapus jejak fungsi lama untuk membuka ruang bagi pengembangan infrastruktur publik yang lebih modern dan fungsional.
Tim dari Kemensetneg dan PPKGBK bekerja secara sistematis, dengan pendekatan inventarisasi berbasis digital dan pengawasan ketat untuk memastikan tidak ada aset negara yang hilang atau rusak. Setiap barang dicatat, difoto, dan diberi label sesuai kategori, sebelum dimuat ke truk pengangkut yang telah disiapkan khusus.
Kawasan eks Hotel Sultan, yang pernah menjadi pusat akomodasi elit di jantung ibu kota, kini berangsur-angsur kehilangan identitas lamanya. Bangunan yang pernah menyambut tamu negara, selebritas, dan pejabat tinggi itu akan segera digantikan oleh fasilitas pendukung Gelora Bung Karno yang lebih luas dan berkelanjutan, sesuai rencana induk revitalisasi yang telah disetujui pemerintah.
Pemindahan ini menjadi langkah penting dalam transformasi GBK menjadi pusat olahraga, budaya, dan hiburan berkelas dunia—sekaligus menutup babak sejarah satu per satu dari bangunan-bangunan lama yang tak lagi sesuai dengan kebutuhan masa depan.















