Home Berita Internasional Pria Tewas Tersembunyi di Roda Pesawat

Pria Tewas Tersembunyi di Roda Pesawat

Sumbawanews.com,- London – Seorang pria ditemukan tewas di ruang roda pendaratan pesawat Airbus A320 milik Air Arabia Maroc setelah pesawat mendarat di Bandara Gatwick, London, pada Selasa (16/6/2026). Korban diduga menyusup ke area tersembunyi itu sebelum lepas landas dari Tangier, Maroko, dalam upaya menjadi penumpang gelap—sebuah tindakan yang hampir pasti berujung kematian akibat kondisi ekstrem di ketinggian.

Jasad pria itu ditemukan sekitar pukul 11.45 waktu setempat oleh petugas teknis yang sedang memeriksa pesawat setelah mendarat. Temuan ini langsung membuat penerbangan lanjutan maskapai berbiaya rendah itu ditunda, sementara otoritas keamanan dan layanan darurat segera dikerahkan ke lokasi. Petugas yang menemukan korban menggambarkan kejadian itu sebagai “tragedi yang memilukan, sekaligus bukti betapa putus asanya seseorang hingga rela mengorbankan nyawa demi kesempatan melintasi batas negara.”

Bersembunyi di kompartemen roda pesawat adalah salah satu cara paling berbahaya untuk melarikan diri secara ilegal. Suhu di ketinggian penerbangan bisa turun hingga minus 50 derajat Celsius, kadar oksigen hampir tak tersedia, dan kebisingan mesin mencapai level yang bisa merusak pendengaran. Selain itu, risiko terjepit saat roda ditarik masuk ke badan pesawat atau terlempar saat lepas landas dan mendarat sangat tinggi. Hanya segelintir kasus yang berhasil selamat, dan hampir semua korban tewas sebelum pesawat mencapai tujuan.

Air Arabia Maroc segera melaporkan insiden ini kepada otoritas penerbangan dan kepolisian. Dalam pernyataan resminya, maskapai menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi penuh dengan penyelidik. “Kami tidak bisa membayangkan penderitaan yang dialami korban dalam perjalanan ini,” ujar perwakilan maskapai.

Kepolisian Sussex mengonfirmasi bahwa penyelidikan sedang berlangsung. Tim forensik akan memeriksa identitas korban, sementara koroner akan menentukan penyebab pasti kematian. Bandara Gatwick juga menyatakan telah memberikan dukungan penuh kepada kepolisian selama proses penyelidikan.

Insiden semacam ini bukan yang pertama. Pada 2019, seorang penumpang gelap jatuh dari roda pesawat Kenya Airways saat hendak mendarat di Heathrow. Dua kasus serupa tercatat di Inggris pada 2012 dan 2015, di mana pria-pria itu ditemukan tewas dalam kondisi membeku di ruang roda setelah penerbangan dari Afrika. Semua kasus ini mengungkap satu kenyataan pahit: di balik upaya melarikan diri dari kemiskinan, konflik, atau ketidakadilan, ada nyawa yang hilang dalam diam—tanpa suara, tanpa identitas, tanpa kesempatan untuk bernapas.

Kini, tubuh pria tak dikenal itu menjadi simbol tragis dari dunia yang semakin terpisah—di mana seseorang rela mati demi mengejar secercah harapan di ujung langit.

Previous articleJakalcer Fest Hidupkan Kembali Pasar Seni Ancol
Next articleIran Tetap Pertahankan Program Nuklir Meski Gencatan Senjata dengan AS
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.