Sumbawanews.com,- Jakarta — Puluhan ribu warga diprediksi turun ke jalan hari ini, dengan empat titik strategis di Jakarta Pusat menjadi sasaran utama aksi unjuk rasa. Untuk mengawal ketertiban dan keamanan, sebanyak 4.263 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga jajaran Polsek dikerahkan secara masif. Mereka siaga sejak pagi di sepanjang rute yang dilalui massa, mulai dari Monas, DPR/MPR, Bundaran HI, Tugu Tani, hingga Kementerian Keuangan.
Aksi dimulai pukul 09.00 WIB di Cawan Selatan Monas, diinisiasi oleh Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia. Pukul 10.00 WIB, ratusan mahasiswa dari Kepresma Universitas Trisakti menduduki plaza depan Gedung DPR, membawa spanduk bertuliskan tuntutan reformasi agraria dan penolakan terhadap kebijakan yang dinilai merugikan petani. Tak lama berselang, Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia memadati Bundaran HI pukul 11.00 WIB, menuntut kenaikan anggaran pendidikan dan transparansi pengelolaan dana Bantuan Pendidikan.
Sementara itu, Gabungan Mahasiswa dan Pemuda Nusantara menjadi kelompok terakhir yang turun, dengan aksi terpadu di dua lokasi: Tugu Tani dan Kementerian Keuangan, dimulai pukul 13.00 WIB. Mereka menyerukan peninjauan ulang kebijakan fiskal dan penghapusan subsidi yang dinilai tidak tepat sasaran.
Kasihumas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan prinsip humanis. “Kami tidak membawa senjata api. Fokus kami adalah menjaga ruang dialog, bukan menekan suara rakyat,” ujarnya. Ia mengingatkan para peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban: tidak membakar ban, tidak merusak fasilitas umum, dan tidak melakukan provokasi terhadap aparat atau warga sekitar.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengalihkan arus lalu lintas dan menutup sementara sejumlah ruas jalan strategis. Jalur alternatif disiapkan, termasuk relokasi sementara aksi di Bundaran HI ke Patung Kuda, jika dinilai mengganggu mobilitas publik.
Meski aksi berlangsung dalam suasana damai hingga siang, petugas tetap waspada. Sejumlah tim reaksi cepat ditempatkan di titik-titik rawan, sementara tim medis dan logistik siap siaga di posko-posko strategis. Polda Metro Jaya menegaskan, setiap aksi yang dilakukan secara tertib dan sesuai peraturan akan dilindungi, namun tindakan anarkis akan ditindak tegas.
Dalam laporan terkini, belum ada laporan kekerasan atau penangkapan massal. Sebagian besar massa terlihat membawa karangan bunga, spanduk berisi puisi, dan poster edukatif—menggambarkan bentuk protes yang lebih bernuansa budaya daripada konfrontasi.
Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM sebelumnya menyatakan bahwa pengamanan aksi demo di Bundaran HI dan titik-titik lainnya telah sesuai dengan UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. “Kami menghargai hak konstitusional warga negara, sekaligus menjaga ketertiban sosial,” ujar seorang pejabat Kemenkumham.
Sementara itu, masyarakat yang melintas di sekitar lokasi aksi tampak memadati kafe dan restoran di sekitar Monas dan Bundaran HI, sebagian memandangi aksi dengan tenang, sebagian lagi merekam dan membagikannya di media sosial. Di tengah hiruk-pikuk politik, Jakarta kembali menunjukkan wajahnya sebagai kota yang hidup—dengan suara rakyat yang tetap didengar, meski harus berjalan di antara barikade dan tameng.

















