Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menggelar Simulasi Table Top Exercise (TTX) Banjir Desa Kikin, Kamis (18/06). Sebab Jika merujuk pada dokumen Kajian Risiko Bencana dan Perubahan Iklim di Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara, tahun 2025, banjir merupakan salah satu ancaman bencana prioritas yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.
Baca Juga: BPBD Sumbawa Gelar Lokakarya Pembentukan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana
Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor curah hujan yang meningkat, kondisi topografi, serta karakteristik aliran sungai dan sistem drainase yang belum optimal, sehingga meningkatkan potensi terjadinya banjir di wilayah desa. Sejalan dengan hasil kajian itu, Desa Kukin telah menyusun Rencana Kontinjensi (Renkon) Banjir sebagai dokumen perencanaan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kejadian banjir.
Renkon ini memuat skenario ancaman, mekanisme respons, peran para pihak, serta prosedur penanganan darurat yang disepakati sebagai pedoman ketika terjadi kondisi darurat banjir di tingkat desa.
Namun demikian, keberadaan dokumen Renkon perlu diuji untuk memastikan tingkat pemahaman, kesiapan, dan efektivitas implementasinya di tingkat masyarakat dan para pemangku kepentingan desa. Salah satu metode yang digunakan untuk menguji dokumen tersebut adalah melalui simulasi Table Top Exercise (TTX), yaitu latihan berbasis diskusi terstruktur yang menggambarkan skenario kejadian bencana secara bertahap.
Pelaksanaan Simulasi TTX Banjir di Desa Kukin menjadi penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait, mulai dari pemerintah desa, relawan, masyarakat, hingga unsur terkait lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi, memperjelas peran dan tanggung jawab, serta meningkatkan kapasitas desa dalam merespons kejadian banjir secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Kegiatan tersebut bertujuan Meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah desa, lembaga desa, dan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir melalui simulasi TTX berbasis skenario.
Meningkatkan pemahaman perangkat desa dan masyarakat tentang risiko dan dampak banjir. Menguji Renkon untuk kesiapan desa dalam merespon situasi dan pengambilan keputusan pada saat darurat banjir secara cepat dan tepat. Mengidentifikasi kelemahan (gap) dalam rencana dan mekanisme penanganan banjir di desa. Dan Mendorong partisipasi dan peran aktif masyarakat, termasuk kelompok rentan dalam upaya kesiapsiagaan bencana.
Output yang hendak dicapai dalam kegiatan ini yakni Laporan hasil simulasi TTX berupa hasil kegiatan yang memuat jalannya simulasi, temuan utama, dan dokumentasi. Perangkat desa dan masyarakat telah memiliki pemahaman tentang mekanisme respon darurat dan pengambilan keputusan saat terjadi bencana banjir. Serta Adanya rekomendasi perbaikan kesiapsiagaan desa dalam menghadapi bencana banjir, termasuk penguatan koordinasi, alur respon, dan peran masing-masing pihak. (Using)
















