Sumbawanews.com,- AMD menyindir MacBook Neo, laptop entry-level Apple terbaru, karena sebagian besar game PC populer tidak berjalan secara native di sistem operasi macOS. Dalam kampanye pemasaran terbarunya, perusahaan chipset asal Amerika itu membandingkan MacBook Neo dengan HP OmniBook X Flip berbasis prosesor Ryzen 5 220, menyoroti ketertinggalan ekosistem Apple dalam dukungan game.
Menurut AMD, dari 20 game PC terpopuler, 15 di antaranya tidak dapat dijalankan langsung di MacBook Neo. Sebaliknya, laptop Windows dengan arsitektur x86 dan GPU Radeon 740M mampu mengakses pustaka game yang jauh lebih luas tanpa perlu kompatibilitas tambahan. Sindiran ini menggarisbawahi tantangan berkelanjutan yang dihadapi pengguna Mac—keterbatasan akses ke judul-judul game utama yang dirancang khusus untuk Windows.
Di sisi lain, performa chip Apple A18 Pro tetap menjadi kekuatan utama MacBook Neo. Dengan arsitektur ARM yang efisien dan dukungan API MetalFX, perangkat ini unggul dalam tugas produktivitas harian, multitasking, dan durasi baterai yang luar biasa. Pengguna masih bisa menjalankan game Windows melalui emulator seperti Parallels atau Crossover, tetapi solusi ini jauh dari pengalaman native—seringkali memicu penurunan frame rate, latensi tinggi, dan kompleksitas konfigurasi.
Kritik AMD memang valid, tetapi tidak serta-merta menjadikan MacBook Neo sebagai pilihan buruk. Perangkat ini justru dirancang untuk segmen berbeda: pengguna yang mengutamakan desain ramping, keandalan macOS, dan efisiensi energi, bukan performa gaming hardcore. Seperti diakui Joy Wahjudi, CEO Erajaya Digital, MacBook Neo sengaja diposisikan sebagai pintu masuk bagi Gen Z dan first-time Apple buyer yang selama ini terhalang harga MacBook Air atau Pro yang lebih tinggi.
Dengan harga mulai Rp 10,4 juta di Indonesia, MacBook Neo menjadi opsi terjangkau untuk belajar, bekerja, dan hiburan ringan—bukan untuk menyaingi laptop gaming berbasis Intel atau AMD. Bagi para gamer yang mengandalkan judul-judul AAA seperti Cyberpunk 2077, Elden Ring, atau Call of Duty, laptop Windows tetap pilihan logis. Namun, bagi jutaan pengguna yang ingin merasakan ekosistem Apple tanpa harus mengorbankan anggaran, MacBook Neo tetap menjadi terobosan cerdas—meski bukan untuk bermain game, tapi untuk menjalani hidup.
Apple tidak berusaha menyaingi NVIDIA atau AMD di ranah gaming. Ia justru membangun sebuah dunia di mana performa tidak selalu diukur dari FPS, tapi dari kenyamanan, kestabilan, dan kebebasan tanpa beban.















