Sumbawanews.com,- Kedatangan kapal patroli Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Tamar P233, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 17 Juni 2026, menjadi simbol nyata komitmen kedua negara dalam memperdalam kerja sama maritim strategis. Kunjungan berdurasi tiga hari ini bukan sekadar formalitas diplomatik, tapi bagian dari implementasi Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Keir Starmer pada Januari lalu.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menegaskan bahwa kehadiran HMS Tamar mencerminkan kedalaman hubungan bilateral yang kini semakin terstruktur. “Ini adalah bukti bahwa pertahanan dan keamanan laut menjadi pilar utama kemitraan kami,” ujar Jermey usai upacara penyambutan resmi di Jakarta International Container Terminal. Ia menambahkan, kedua negara telah meluncurkan Program Kemitraan Maritim yang fokus pada tiga pilar: keamanan pelayaran, pengelolaan perikanan berkelanjutan, dan penegakan hukum internasional di perairan bebas.
Selama berada di Jakarta, awak kapal HMS Tamar—yang dipimpin Commander Thomas S. Lindsey—akan menjalani serangkaian kegiatan yang menggabungkan profesionalisme militer dengan kehangatan budaya. Di antaranya, latihan bersama dengan TNI Angkatan Laut untuk meningkatkan interoperabilitas, konferensi teknis di atas kapal membahas prosedur operasional bersama, hingga pertandingan persahabatan sepak bola dengan prajurit TNI AL. “Kami ingin membangun hubungan bukan hanya antar institusi, tapi antar manusia,” kata Lindsey.
Kunjungan ini juga sengaja diselaraskan dengan perayaan 499 tahun Kota Jakarta dan semangat Piala Dunia 2026, yang kini membara di tanah air. “Kami merayakan sejarah, budaya, dan sportivitas bersama rakyat Indonesia,” ujar Jermey. Awak kapal pun diajak menjelajahi pasar tradisional, mencicipi kuliner nusantara, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal.
HMS Tamar, kapal kelas River Class yang dirancang untuk operasi patroli jangka panjang di perairan dangkal dan strategis, dijadwalkan berangkat dari Jakarta pada 20 Juni 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi Inggris untuk memperkuat kehadiran maritim di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus menegaskan posisinya sebagai mitra yang dapat diandalkan bagi negara-negara maritim seperti Indonesia.
Dengan fokus pada keamanan laut, perlindungan jalur perdagangan global, dan kerja sama penegakan hukum, kunjungan HMS Tamar bukan hanya soal kapal yang berlabuh—tapi tentang jembatan yang dibangun antara dua bangsa yang sama-sama bergantung pada laut sebagai sumber kehidupan dan kekuatan.















