Sumbawanews.com,- Beijing – Sebuah aksi nekat terungkap di China: sejumlah pengemudi Tesla sengaja memasang kepala boneka di dekat spion untuk mengelabui sistem pemantauan pengemudi pada fitur Full Self-Driving (FSD). Aksi ini viral di media sosial setelah video yang menunjukkan boneka menyerupai aktor Dwayne Johnson berdiri di kursi penumpang, seolah-olah menjadi pengemudi yang waspada, beredar luas.
Praktik ini muncul setelah otoritas China memperketat aturan keselamatan berkendara melalui pembaruan perangkat lunak Tesla pada 2025. Sistem FSD, yang masih diklasifikasikan sebagai teknologi tingkat 2—artinya pengemudi wajib selalu siap mengambil alih kendali—mulai dilengkapi kamera internal yang memantau apakah mata pengemudi fokus ke jalan. Namun, sebagian pengguna justru mencari celah: dengan menempatkan boneka di posisi yang terdeteksi kamera, mereka mengira sistem akan menganggap mereka tetap mengawasi jalan.
Tak hanya boneka, sebelumnya pengemudi juga pernah mencoba mengakali sistem dengan memasang pemberat di setir atau mengenakan kacamata hitam agar sensor tidak mendeteksi mata tertutup. Tapi dengan boneka, trik ini menjadi lebih canggih—dan lebih berbahaya.
Para ahli keselamatan jalan raya di China mengkritik tindakan ini sebagai bentuk penyalahgunaan teknologi yang bisa berujung bencana. “FSD bukan pengganti pengemudi. Ini hanya alat bantu. Mengelabui sistem sama saja dengan melepaskan tanggung jawab atas nyawa sendiri dan orang lain,” ujar seorang insinyur keselamatan transportasi di Universitas Tsinghua.
Di sisi lain, sejumlah pemilik Tesla di China justru mengajukan gugatan terhadap perusahaan, menilai nama “Full Self-Driving” terlalu menyesatkan. Mereka berargumen bahwa promosi Tesla seolah-olah menjanjikan otonomi penuh, padahal secara teknis dan hukum, pengemudi tetap bertanggung jawab penuh.
Fenomena ini bukan sekadar kelakuan konyol. Ia menggambarkan ketegangan mendalam antara inovasi teknologi dan perilaku manusia: semakin canggih sistem, semakin besar godaan untuk mengabaikan batas-batas keselamatan. Tesla sendiri belum memberikan pernyataan resmi, tetapi perusahaan telah berulang kali menekankan bahwa FSD bukanlah sistem otonom, dan pengemudi wajib tetap waspada.
Di tengah maraknya mobil otonom di seluruh dunia, kasus ini menjadi peringatan keras: teknologi tidak bisa menyelamatkan manusia yang enggan bertanggung jawab. Di jalan raya, boneka bisa menipu kamera—tapi tidak bisa menahan laju mobil yang menabrak pengendara lain.















