Sumbawanews.com,- Samsung menyematkan sensor proximitas tersembunyi di balik layar ponselnya, yang kerap terlihat sebagai titik cahaya kecil berkedip—bukan gangguan, melainkan tanda bahwa fitur keamanan utama sedang bekerja. Pada model lama, sensor ini biasa terlihat di bezel, tetapi pada seri terkini seperti Galaxy S20 hingga S24 FE, teknologi ini telah dipindahkan ke bawah layar demi desain tanpa batas.
Sensor ini bertugas mendeteksi jarak antara ponsel dan wajah Anda saat menelepon. Saat Anda mendekatkan ponsel ke telinga, sensor mengirimkan sinar inframerah, lalu mengukur pantulan cahaya untuk menentukan apakah ada objek dalam jarak dekat. Jika ya, layar otomatis mati untuk mencegah tombol tak sengaja ditekan oleh pipi atau telinga. Saat Anda menurunkan ponsel, layar pun kembali menyala secara instan.
Fitur ini juga bekerja sama dengan sensor cahaya untuk mengaktifkan perlindungan sentuhan tak sengaja. Ketika Anda menyimpan ponsel di saku atau tas, sensor akan mengenali lingkungan tertutup dan menonaktifkan layar, mencegah ponsel menyala dan mengaktifkan aplikasi secara acak. Di ruang gelap, Anda bahkan bisa melihat titik cahaya itu berkedip—tanda sensor sedang bekerja keras memastikan tidak ada interaksi tak diinginkan.
Namun, tidak semua perangkat Samsung menggunakan sensor fisik. Beberapa model, terutama seri Galaxy A, M, dan S24 FE, mengandalkan versi virtual yang dijalankan lewat algoritma AI dan akselerometer. Meski hemat ruang, fitur ini kerap menuai keluhan di komunitas pengguna. Banyak yang melaporkan layar tak mati saat menelepon atau malah mati saat seharusnya tetap menyala—gejala yang diduga akibat kurang akuratnya deteksi tanpa sinar inframerah.
Jika Anda mengalami masalah serupa, Samsung menyarankan langkah-langkah sistematis. Pertama, pastikan sistem operasi sudah diperbarui melalui menu “Pembaruan Perangkat Lunak”. Jika masalah berlanjut, aktifkan fitur “Ketuk Dua Kali untuk Menyalakan Layar” di bagian “Gerakan dan Gestur”. Bersihkan layar dengan kain lembut, lalu jalankan uji diagnostik melalui aplikasi Samsung Members atau menu “Perawatan Perangkat” > “Diagnostics” > “Pengenalan Proksimitas”. Ikuti petunjuknya, dan sistem akan langsung memberi tahu apakah sensor berfungsi normal.
Jangan lupa lepaskan semua aksesori—case, pelindung layar, atau stiker—karena benda-benda itu bisa mengganggu deteksi inframerah. Setelah itu, restart ponsel. Dengan langkah-langkah ini, titik cahaya kecil yang sering diabaikan bisa kembali menjadi penjaga andal, bukan sumber kebingungan.















