Home Berita Internasional Drone Rusia Serang Kebun Binatang Kharkiv, Sejumlah Hewan Tewas

Drone Rusia Serang Kebun Binatang Kharkiv, Sejumlah Hewan Tewas

Sumbawanews.com,- Serangan drone kamikaze Rusia menghantam Kebun Binatang Kharkiv di Ukraina pada Selasa (16/6/2026), menewaskan sejumlah satwa dan memicu kebakaran di salah satu kandang. Insiden ini menjadi simbol baru kekejaman perang yang tak lagi membedakan antara target militer dan simbol kehidupan sipil.

Menurut laporan Wali Kota Kharkiv Ihor Terekhov dan Layanan Darurat Negara Ukraina (SES), drone yang digunakan adalah tipe serangan presisi tinggi yang menghancurkan struktur kandang vivarium. Api yang meletus akibat dampak ledakan berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran dalam waktu singkat, namun sebagian hewan tidak sempat diselamatkan. Petugas gabungan—terdiri dari staf kebun binatang, psikolog, dan tim darurat—segera melakukan evakuasi terhadap satwa-satwa yang selamat, memindahkan mereka ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari serangan berikutnya.

Hingga kini, pihak berwenang belum merilis rincian jumlah korban atau spesies hewan yang terdampak. Namun, gambar-gambar dari lokasi kejadian menunjukkan kandang-kandang yang runtuh, reruntuhan beton, dan jejak kebakaran yang membakar vegetasi di sekitar area satwa. Kebun binatang yang sebelumnya menjadi tempat rekreasi keluarga dan pusat konservasi ini kini berubah menjadi medan perang yang menyedihkan.

Insiden ini terjadi di tengah gelombang serangan drone dan rudal Rusia yang semakin intens terhadap infrastruktur sipil di Ukraina. Sebelumnya, serangan serupa telah menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan bahkan bangunan bersejarah di Kyiv dan wilayah lain. Kebun binatang Kharkiv—yang menampung ratusan spesies, termasuk beruang, singa, dan primata langka—menjadi salah satu simbol paling menyentuh dari konflik yang tak lagi menghormati batas kemanusiaan.

Pemerintah Ukraina dan organisasi hak hewan internasional telah mengutuk serangan ini sebagai pelanggaran terhadap prinsip dasar perang modern yang seharusnya melindungi objek sipil. “Mereka tidak menyerang tentara. Mereka menyerang kehidupan,” kata seorang petugas kebun binatang yang enggan disebutkan namanya. “Ini bukan perang. Ini adalah penghancuran yang sistematis terhadap segala yang indah.”

Di tengah kehancuran, sejumlah warga Kharkiv terlihat berdiri diam di luar pagar kebun, menatap reruntuhan dengan mata berkaca-kaca. Beberapa di antaranya membawa bunga, meletakkannya di depan kandang yang hancur—sebagai penghormatan terakhir untuk hewan-hewan yang tak bersalah.

Serangan ini mengingatkan dunia bahwa dalam perang modern, korban bukan hanya manusia. Hewan, tumbuhan, dan warisan alam pun ikut menjadi korban—diam-diam, tanpa suara, tanpa pengacara.

Previous articleIShowSpeed Nyanyikan 48 Tim di Lagu Piala Dunia
Next articleMediasi dengan Gibran, Aksi Mahasiswa Tetap Lanjut
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.