Home Serba Serbi Tekno Commodore Kembali dengan Smartphone yang Sengaja Tanpa Media Sosial

Commodore Kembali dengan Smartphone yang Sengaja Tanpa Media Sosial

Sumbawanews.com,- Commodore, merek komputer legendaris era 1980-an, kembali meluncurkan produk yang tak biasa: smartphone bernama Callback 8020, dirancang khusus untuk membebaskan pengguna dari jerat notifikasi dan media sosial. Bukan sekadar ponsel klasik, perangkat ini menggabungkan tampilan retro ala ponsel flip jadul dengan kecanggihan sistem operasi Android berbasis Linux, Sailfish OS, yang memungkinkan akses terbatas ke aplikasi penting seperti WhatsApp, Uber, dan Spotify—tanpa jejak Facebook, Instagram, Twitter, atau email.

Dibangun oleh tim di Shenzhen dan dipimpin oleh CEO Christian “Peri Fractic” Simpson, Callback 8020 sengaja memblokir instalasi browser dan aplikasi sosial melalui teknologi paten yang mengunci akses ke konten pengalih perhatian. Layar depan hanya menampilkan waktu, tanggal, dan daya baterai—tanpa notifikasi. Ketika dibuka, pengguna disambut antarmuka minimalis yang memungkinkan penggunaan aplikasi esensial, tetapi tidak lebih dari itu. Tujuannya jelas: mengembalikan keintiman manusia dengan dunia nyata, bukan layar.

Perangkat ini dilengkapi prosesor MediaTek Helio G81, kamera Sony 48 megapiksel dengan mode rekam video bergaya retro tahun 90-an, dan pemutar musik audiophile dengan DAC berkualitas tinggi. Ada jack headphone, radio FM, dan baterai yang bisa diganti sendiri. Bahkan, perangkat ini menyertakan earphone FiiO khusus dan game klasik seperti Snake, dengan suara chiptune asli Commodore 64. Untuk mengirim pesan, pengguna harus mengandalkan T9 atau layanan transkripsi suara—bukan ketik cepat di layar sentuh, yang memang dinonaktifkan secara default.

Nama “8020” merujuk pada modem 8010 buatan Commodore tahun 1980, sementara lima varian warna—SX Silver, ProtoPET White, BASIC Beige, Starlight Edition transparan, dan Founder’s Edition emas 24 karat—menggambarkan niat perusahaan untuk menawarkan pilihan estetika yang memikat, bukan sekadar fungsional. Harga mulai dari $500, dengan edisi khusus mencapai $640, dan pre-order dibuka 30 Juni, dengan pengiriman di akhir tahun.

Simpson, yang terinspirasi menjadi seorang ayah dan frustrasi dengan pilihan ponsel digital detox yang terlalu terbatas, menekankan bahwa Callback 8020 bukan pengganti smartphone, melainkan “ponsel akhir pekan” atau “ponsel saat berkumpul keluarga.” “Anda tidak hanya meletakkan iPhone terbalik—Anda menutupnya. Itu adalah keputusan sadar,” katanya. Ponsel ini tidak memerlukan akun Google, dan aplikasi tambahan bisa diminta melalui sistem whitelist berbasis AI, yang akan ditinjau oleh tim manusia jika diperlukan.

Meski tidak memiliki akses ke Google Play Store, pengguna bisa mengunduh aplikasi melalui Aurora Store, dan bahkan dapat menghubungkan iMessage dari iPhone lewat aplikasi OpenBubbles yang memerlukan satu kali setup dengan Mac. Perangkat ini kompatibel dengan jaringan utama di Amerika Serikat, dan meski belum dijual melalui operator, rencana distribusi itu sedang dipertimbangkan.

Dengan penjualan 30.000 unit Commodore 64 Ultimate dalam setahun—tiga kali target—perusahaan ini membuktikan bahwa nostalgia bukan sekadar gaya, tapi pasar nyata. “Kami pernah membuat kalkulator, mesin ketik, jam tangan,” kata Simpson. “Jadi, bukan hal aneh jika kami membuat ponsel. Kami selalu lebih dari sekadar komputer.”

Callback 8020 bukanlah ponsel yang menghindari teknologi—tapi yang memilihnya dengan sengaja.

Previous articleJembatan Palu III Ditutup Sementara Usai Gempa 6,7 Magnitudo
Next articleEl Nino Picu Krisis Pangan dan Tekanan Ekonomi di Asia Tenggara
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.