Home Serba Serbi Tekno 20 Gempa Susulan Guncang Palu Pasca Gempa M6,7

20 Gempa Susulan Guncang Palu Pasca Gempa M6,7

Sumbawanews.com,- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Torue, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10.27 WIB, belum juga mereda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya 20 gempa susulan terjadi dalam waktu kurang dari dua jam setelah gempa utama, dengan kekuatan bervariasi dari magnitudo 2,9 hingga 5,1. Aktivitas seismik ini terus dipantau secara intensif, mengingat potensi risiko tambahan bagi warga yang masih berada di area terdampak.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa gempa utama berpusat di darat, tepatnya 45 kilometer tenggara Kota Palu, pada kedalaman 16 kilometer. Episenternya berada di koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur—lokasi yang berada langsung di atas Sesar Sausu, sebuah struktur geologi aktif yang dikenal menjadi sumber utama gempa tektonik di wilayah ini. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan tanah bersifat normal *forward*, artinya blok batuan di atas sesar bergerak turun relatif terhadap blok di bawahnya, karakteristik khas gempa dangkal akibat tekanan tektonik horizontal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya, dan segera menjauh dari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak,” ujar Nelly dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BMKG. Ia menekankan bahwa gempa susulan, meski umumnya lebih lemah, tetap berpotensi meruntuhkan struktur yang sudah lemah akibat guncangan awal.

Hingga pukul 12.00 WIB, belum ada laporan resmi korban jiwa, namun sejumlah bangunan di sekitar pusat gempa dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Pemantauan BMKG terus berlangsung 24 jam, dengan sistem deteksi dini dan jaringan seismograf yang tersebar di seluruh Sulawesi Tengah. Wilayah-wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa, termasuk Palu dan sekitarnya, diminta tetap waspada dan siap mengikuti arahan evakuasi jika terjadi perubahan signifikan.

Gempa ini mengingatkan kembali pada tragedi 2018, ketika gempa M7,4 di Palu memicu tsunami dan likuefaksi yang menewaskan ribuan orang. Meski kali ini tidak ada indikasi tsunami—karena episenter berada di darat dan tidak melibatkan pergeseran vertikal besar di dasar laut—potensi kerusakan akibat gempa susulan tetap menjadi perhatian utama tim tanggap darurat. BMKG menegaskan bahwa fase aftershock bisa berlangsung berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, dengan frekuensi yang perlahan menurun.

Masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB, serta menghindari penyebaran informasi tidak terverifikasi di media sosial. Di tengah ketidakpastian, kewaspadaan dan kedisiplinan menjadi kunci utama menyelamatkan nyawa.

Previous articleDuo Begal Rampas Motor Pelajar di Siang Hari di Cileungsi Dibekuk
Next articleRumah di Petamburan Ludes Terbakar, 75 Petugas Dikerahkan
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.