Sumbawanews.com,- Bangunan Universitas Tadulako di Palu, Sulawesi Tengah, mengalami kerusakan sejumlah bagian setelah diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 pada Selasa (16/6). Pusat gempa berada di Kabupaten Parigi Moutong, dengan kedalaman 10 kilometer, namun getarannya terasa kuat hingga ke ibu kota provinsi tersebut.
Kepala Basarnas Palu, Muhammad Rizal, mengonfirmasi kerusakan yang terjadi di sejumlah titik kampus, termasuk di auditorium tempat acara wisuda sekolah dasar sedang berlangsung saat gempa melanda. Meski kejadian itu menimbulkan kepanikan sementara, tidak ada laporan korban jiwa. Seluruh peserta, guru, dan keluarga yang hadir berhasil dievakuasi secara aman dan telah dipulangkan dalam keadaan sehat.
“Alhamdulillah, tidak ada yang terluka. Semua yang hadir di acara wisuda itu sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Rizal.
Di Rumah Sakit Undata, pasien yang sempat dievakuasi ke luar gedung akibat guncangan kini telah kembali ke ruang perawatan. Tim gabungan dari Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng terus memantau kondisi fasilitas publik, termasuk Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, yang dilaporkan tetap beroperasi normal. Meski demikian, sejumlah bangunan di sekitar kawasan kota dilaporkan mengalami retak-retak kecil.
Untuk mencegah kepanikan berulang, BPBD mendirikan tenda darurat di sekitar RS Undata sebagai tempat evakuasi sementara jika terjadi gempa susulan. Namun, menurut Rizal, situasi di Palu kini sudah kembali kondusif. Masyarakat mulai beraktivitas seperti biasa, meski tetap waspada.
Pihak berwenang mengimbau warga untuk tidak menyebarkan informasi tidak resmi dan selalu memverifikasi perkembangan terbaru melalui saluran resmi—BMKG, BPBD, atau Basarnas. “Jangan panik. Jika butuh bantuan, segera hubungi kami. Informasi yang benar adalah kunci keselamatan,” tegas Rizal.















