Home Berita Internasional Anjing Masuk PAUD di China, Bukan Sekadar Peliharaan

Anjing Masuk PAUD di China, Bukan Sekadar Peliharaan

Sumbawanews.com,- Di tengah urbanisasi pesat dan perubahan struktur keluarga, China menyaksikan fenomena unik: anjing peliharaan kini mengikuti program prasekolah layaknya anak-anak. Di Beijing, pusat penitipan bernama Paw menjadi saksi bisu pergeseran budaya—di mana hewan kesayangan bukan lagi sekadar makhluk pelihara, tapi anggota keluarga yang membutuhkan stimulasi, sosialisasi, dan perawatan holistik.

Setiap pagi pukul 09.00, anjing-anjing dari berbagai ras—dari Border Collie hingga Golden Retriever—tiba di fasilitas ini dengan antusiasme seperti anak-anak menuju taman kanak-kanak. Mereka menjalani rutinitas harian yang dirancang mirip program PAUD: sesi bermain interaktif, latihan rintangan, waktu tidur siang, berjalan di treadmill khusus, hingga relaksasi dengan musik klasik. Tidak ada pelatihan militer atau disiplin ketat. Fokusnya jelas: membangun kepercayaan diri, mengurangi kecemasan, dan memperkuat ikatan sosial antarhewan.

Pendiri Paw, Jann Zhang, mengaku terinspirasi dari pengalaman pribadi. Golden Retriever miliknya mengalami stres akibat kurangnya interaksi sosial. “Saya mencari tempat yang bisa membantunya, tapi tidak ada. Lalu saya bertanya: mungkin banyak pemilik lain yang mengalami hal sama?” Jawabannya terlihat dari pertumbuhan pesat: dari hanya 20 pelanggan di awal operasional, kini Paw melayani 200 anjing tetap.

Biaya yang dikeluarkan pemilik pun tak main-main. Qian Yi, salah satu orang tua anjing, menghabiskan sekitar 4.000 yuan (Rp 9 juta) per bulan hanya untuk layanan penitipan, makanan premium, perawatan kesehatan, berenang, dan aktivitas khusus. Angka ini bukan pengecualian—melainkan cerminan tren besar. Menurut data Pet Data, nilai pasar konsumsi hewan peliharaan di kota-kota China diperkirakan mencapai 312,6 miliar yuan pada 2025, dan akan melonjak menjadi lebih dari 405 miliar yuan pada 2028.

Perubahan ini tak lepas dari generasi muda urban yang semakin memandang hewan peliharaan sebagai bagian dari identitas keluarga modern. Di tengah tekanan kerja, kesepian, dan keluarga inti yang semakin kecil, anjing dan kucing menjadi pendamping emosional yang tak bisa digantikan. Mereka tidak lagi ditempatkan di halaman belakang atau kandang—tapi di sofa, di ruang tamu, dan kini, di ruang kelas.

Fenomena ini bukan sekadar gaya hidup, tapi indikator mendalam tentang bagaimana masyarakat China meredefinisi hubungan antara manusia dan hewan. Di sini, anjing bukan hanya setia—mereka juga berhak atas pendidikan, kesehatan mental, dan kebahagiaan yang layak. Dan di balik setiap ekor anjing yang berlari di taman khusus Paw, ada sebuah pesan: cinta tanpa syarat, kini, dibayar dengan harga yang setara.

Previous articleGibran Terima Aspirasi Mahasiswa: Saya Sadar Masih Banyak Belum Sempurna
Next articleDunia Pernah Kehilangan 60 Juta Nyawa Akibat Kelaparan Kekeringan
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.