Sumbawanews.com,- Tim-tim unggulan dari tiga benua kini mendominasi klasemen sementara Piala Dunia 2026 setelah fase grup memasuki akhir pekan pertama. Meksiko, tuan rumah sekaligus juara bertahan zona CONCACAF, memimpin Grup A setelah menundukkan Afrika Selatan 2-0 di depan pendukungnya sendiri. Kemenangan meyakinkan itu mengantarkan El Tri ke puncak klasemen berkat selisih gol unggul atas Korea Selatan, yang juga meraih tiga poin setelah mengalahkan Republik Ceko 2-1 dalam laga sengit.
Di Grup B, kejutan terjadi ketika empat tim—Swiss, Kanada, Qatar, dan Bosnia-Herzegovina—berbagi satu poin masing-masing setelah semua pertandingan berakhir imbang 1-1. Persaingan di grup ini menjadi yang paling ketat, dengan seluruh tim memiliki catatan identik: satu pertandingan, satu poin, satu gol dicetak, dan satu gol diterima. Kemenangan di laga berikutnya akan menjadi kunci bagi siapa pun yang ingin lolos ke babak 16 besar.
Sementara itu, Skotlandia mencatatkan sejarah kecil dengan kemenangan 1-0 atas Haiti di Grup C, mengukuhkan diri sebagai pemimpin sementara. Di grup yang sama, duel antara Brasil dan Maroko berakhir imbang 1-1, mempertahankan harapan kedua tim yang sama-sama memiliki reputasi kuat di pentas dunia. Neymar absen, namun kehadiran Igor Thiago di lini depan tetap menimbulkan ancaman bagi pertahanan lawan.
Di Grup D, tuan rumah Amerika Serikat tampil garang dengan kemenangan telak 4-1 atas Paraguay, memuncaki klasemen berkat selisih gol terbaik. Australia, yang mengejutkan Turki dengan skor 2-0, berada di posisi kedua dengan poin sama, namun tertinggal dalam perhitungan selisih gol. Kedua tim kini menjadi calon kuat lolos, sementara Turki dan Paraguay harus bangkit dari kekalahan untuk menyelamatkan peluang mereka.
Dengan hanya satu pertandingan fase grup yang telah berlalu, dinamika Piala Dunia 2026 sudah menunjukkan tanda-tanda kejutan, kekuatan tim-tim non-tradisional, dan dominasi yang tak terbantahkan dari negara-negara dengan infrastruktur dan pengalaman turnamen terbaik. Semua mata kini tertuju pada laga-laga berikutnya, di mana setiap poin bisa menjadi penentu nasib.

















