Sumbawanews.com,- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengusulkan agar Jakarta International Marathon (JAKIM) dijadikan event rutin tahunan, menyusul kesuksesan besar gelaran 2026 yang menarik 45.000 pelari dari 52 negara. Dalam konferensi pers usai finish, Rano menyatakan kebanggaannya atas antusiasme masyarakat dan partisipasi internasional yang luar biasa.
“45.000 pelari dari seluruh dunia—ini bukan sekadar lari, tapi bukti Jakarta bisa menyelenggarakan event kelas global yang menginspirasi,” ujar Rano, Minggu (14/6/2026). Ia berharap JAKIM tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga simbol semangat hidup sehat dan kebanggaan kota.
Gelaran yang berlangsung selama dua hari itu memadati jalur utama ibu kota, dengan kategori marathon diikuti 8.600 peserta dan half marathon oleh 16.400 pelari. Sisanya terdiri dari peserta kategori fun run dan relay. Tidak hanya atlet profesional, ribuan warga biasa ikut meramaikan, dari pelajar hingga lansia, membawa semangat komunitas yang tak terbantahkan.
Dukungan pun datang dari sektor ekonomi. Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menilai JAKIM memberi dampak domino signifikan bagi UMKM sepanjang rute. “Hotel penuh, restoran ramai, transportasi padat, dan pedagang kaki lima mendapat omzet luar biasa. Ini bukan sekadar lari, tapi mesin ekonomi bergerak,” katanya.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir turut menyambut positif inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya konsistensi penyelenggaraan untuk membangun budaya olahraga di masyarakat. “JAKIM bisa jadi pemicu gerakan nasional hidup sehat. Jika setiap kota punya event serupa, Indonesia bisa jadi pusat maraton Asia Tenggara.”
Pemerintah DKI juga telah menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk penyesuaian jadwal MRT yang memberikan akses gratis bagi peserta dan penonton. Rencana pengembangan rute tahun depan pun sudah dalam tahap kajian, dengan potensi penambahan titik wisata dan zona interaksi budaya.
Dengan keberhasilan ini, Rano Karno menegaskan: “Kami tidak ingin JAKIM sekadar jadi kenangan. Kami ingin ia menjadi tradisi—setiap Juni, Jakarta berlari bersama dunia.”

















