Sumbawanews.com,- Partai Perindo menggelar Rakorwil dan konsolidasi organisasi besar di Bandung, Jawa Barat, sebagai langkah strategis membangun basis kemenangan sekaligus model penguatan partai nasional. Dalam acara yang berlangsung Sabtu (13/6/2026), para pengurus tingkat pusat dan wilayah menyepakati bahwa keberhasilan di Jawa Barat—provinsi dengan 51 juta penduduk dan hampir 36 juta pemilih—akan menjadi tolok ukur utama bagi perluasan kekuatan politik Partai Perindo di seluruh Indonesia.
Sekretaris Jenderal Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, menekankan bahwa tantangan terbesar partai kini bukan pada perumusan program, melainkan pada eksekusi yang terukur dan berbasis data. “Politik modern tidak lagi mengejar retorika, tapi membangun mesin organisasi yang solid, terintegrasi, dan responsif,” ujarnya. Untuk itu, Partai Perindo menetapkan target minimal 1.000 anggota aktif yang terdata secara digital di setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat, dengan sistem KTA online sebagai tulang punggung penguatan struktur.
Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok, menegaskan bahwa Rakorwil 2026 bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi momentum konsolidasi total. “Kita tidak hanya memperkuat struktur, tapi membangun kehadiran nyata partai di akar rumput—dari desa hingga kota besar,” katanya. Target jangka panjangnya jelas: mencapai 60.000 anggota aktif di seluruh Jawa Barat pada 2027, sekaligus memastikan kesiapan penuh menghadapi verifikasi partai politik oleh KPU.
Seluruh DPD kabupaten/kota diminta membentuk tim verifikasi mandiri untuk memastikan kelengkapan administrasi, keaktifan kader, dan keberadaan fisik kantor partai hingga tingkat kecamatan. Langkah ini sejalan dengan upaya partai membangun jaringan politik berbasis digital, sekaligus memperluas rekrutmen melalui program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti yang telah dilakukan di Sultra dan Wonosobo.
Dengan posisi strategis Jawa Barat sebagai “gudang suara” nasional, Partai Perindo berambisi menjadikan provinsi ini sebagai laboratorium model penguatan partai yang bisa direplikasi di daerah lain. Konsolidasi ini bukan hanya soal jumlah anggota, tapi soal kualitas organisasi—yang mampu menggerakkan partai dari sekadar peserta pemilu menjadi kekuatan politik yang berdampak nyata.

















