Home Berita Internasional AS dan Iran Hampir Capai Perdamaian, Tapi Nuklir Masih Jadi Jalan Buntu

AS dan Iran Hampir Capai Perdamaian, Tapi Nuklir Masih Jadi Jalan Buntu

Sumbawanews.com,- Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan untuk mengakhiri konflik bersenjata yang memanas selama beberapa bulan terakhir. Namun, di balik kemajuan diplomatik yang signifikan, satu isu krusial masih mengganjal: program nuklir Iran.

Washington menuntut pembongkaran total infrastruktur nuklir Teheran dan pemusnahan seluruh stok uranium yang telah diperkaya hingga tingkat tinggi—langkah yang dianggapnya sebagai syarat mutlak untuk menjamin keamanan regional. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menolak tuntutan itu dengan tegas. Iran, kata dia, tidak akan melepaskan uranium yang telah diencerkan, yang dianggapnya sebagai hak sah untuk keperluan energi dan medis sesuai ketentuan NPT.

Ketegangan ini membuat kedua belah pihak memutuskan untuk menunda pembahasan nuklir selama 60 hari ke depan, sambil menandatangani kesepakatan awal yang mencakup isu-isu lain yang telah disepakati. Draf perjanjian yang kini disusun memuat komitmen AS untuk membuka akses terhadap miliaran dolar aset Iran yang selama ini dibekukan, sekaligus melonggarkan sanksi terhadap ekspor minyak mentah Iran. Sebagai gantinya, Teheran akan membuka kembali Selat Hormuz—jalur strategis yang ditutup pasca serangan gabungan AS-Israel pada Februari lalu.

Rancangan nota kesepahaman juga menyebut penghentian blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sebuah langkah yang diharapkan bisa memulihkan arus perdagangan maritim di kawasan Teluk. Pakistan berperan sebagai mediator netral dalam perundingan yang berlangsung tertutup, sementara Jenewa, Swiss, diprediksi sebagai lokasi penandatanganan kesepakatan—mungkin dalam hitungan hari, bahkan sebelum Minggu (14/6).

Seorang pejabat senior pemerintah AS yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengonfirmasi bahwa teks perjanjian telah disetujui oleh kedua belah pihak. “Kami berharap kesepakatan awal bisa ditandatangani dalam beberapa hari mendatang,” ujarnya, mengutip laporan Reuters.

Namun, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Pada hari yang sama, pasukan AS menembak jatuh sejumlah drone bunuh diri Iran yang mendekati Selat Hormuz, dengan alasan ancaman terhadap lalu lintas pelayaran komersial. Ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan masih rapuh, dan kekerasan bisa kembali meledak kapan saja.

Sementara itu, Israel—yang tidak dilibatkan dalam perundingan—menegaskan posisinya tegas: Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya tidak akan mengakui atau terikat oleh kesepakatan ini. “Israel tetap memiliki hak penuh untuk bertindak demi keamanan nasionalnya,” tegasnya, menandakan bahwa meski AS dan Iran berjalan menuju gencatan senjata, ancaman dari kawasan tetap menggantung di udara.

Previous articleSomalia Tuduh Israel Manfaatkan Konflik Somaliland
Next articleOnic vs BTR, Pertarungan Takhta MLBB di Grand Final MPL S17
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.