Sumbawanews.com,- Unggahan akun media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa Suara Mahasiswa (SUMA UI) yang memperingati Pride Month dan menyoroti diskriminasi terhadap komunitas LGBTQ+ di kampus tidak mencerminkan sikap resmi Universitas Indonesia. Direktur Hubungan Masyarakat UI, Erwin Agustian Panigoro, menegaskan bahwa konten tersebut murni ekspresi redaksional dari organisasi kemahasiswaan, bukan posisi institusional.
“Konten itu tidak mewakili pandangan Universitas Indonesia maupun seluruh sivitas akademika,” ujar Erwin dalam keterangan resmi pada Sabtu, 13 Juni 2026. Ia menekankan bahwa UI menghormati kebebasan berpendapat sebagai bagian dari nilai akademik demokratis, sekaligus menuntut tanggung jawab sosial dalam setiap penyampaian gagasan.
Erwin menjelaskan, sebagai perguruan tinggi negeri, UI berpegang teguh pada Pancasila, peraturan perundang-undangan, dan norma-norma kehidupan berbangsa. “Integritas, penghormatan terhadap martabat manusia, dan lingkungan akademik yang aman serta kondusif adalah fondasi mutlak dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” katanya.
Meski mendukung ruang dialog terbuka, UI menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh melanggar etika akademik atau memicu polarisasi. “Setiap pandangan harus disampaikan secara santun, tidak provokatif, dan berlandaskan kebenaran ilmiah,” tegasnya.
Pimpinan UI saat ini tengah mengevaluasi dinamika yang muncul pasca-unggahan tersebut. Proses penelaahan internal dilakukan bersama otoritas kampus untuk memastikan semua aktivitas kemahasiswaan tetap sejalan dengan Kode Etik dan Peraturan Tata Tertib Mahasiswa UI, sekaligus menjaga koridor kebebasan akademik yang bertanggung jawab.
SUMA UI, dalam unggahannya, menyoroti adanya persekusi dan ketidakadilan yang dialami komunitas LGBTQ+ di lingkungan kampus, serta menegaskan bahwa sikap anti-kekerasan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia selaras dengan sila kedua Pancasila: “Kemanusiaan yang adil dan beradab.”
Erwin menutup pernyataannya dengan ajakan untuk membangun iklim kampus yang sehat melalui dialog konstruktif dan saling menghargai perbedaan. “UI percaya bahwa keberagaman pandangan justru memperkaya ilmu pengetahuan, asalkan disampaikan dengan hati yang terbuka dan penuh tanggung jawab.”

















