Home Berita Nasional Iran Tuding Israel Gagalkan Perdamaian dengan AS

Iran Tuding Israel Gagalkan Perdamaian dengan AS

Sumbawanews.com,- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding Israel sebagai kekuatan utama yang berusaha menghancurkan proses negosiasi damai antara Teheran dan Washington. Dalam pernyataan resmi di televisi nasional, Araghchi menyebut rezim Zionis sebagai pihak yang aktif mencari dalih untuk menggagalkan kesepakatan yang kini hampir final.

Kedua negara, Iran dan Amerika Serikat, sejak April lalu telah menjalani gencatan senjata resmi setelah serangan militer brutal oleh AS dan sekutunya pada Februari yang menewaskan lebih dari 3.000 orang di tanah Iran. Sejak saat itu, perundingan tertutup terus berlangsung, dengan kedua belah pihak disebut telah menyelesaikan sebagian besar isi memorandum kesepahaman (MoU) yang bertujuan menuntaskan konflik berkepanjangan.

Namun, kemajuan ini dianggap terancam oleh tekanan eksternal. Araghchi menegaskan, Israel tidak hanya menentang kesepakatan itu, tetapi juga aktif menggalang diplomasi dan operasi intelijen untuk memperkeruh suasana. Serangan terisolasi yang masih terjadi secara berkala di wilayah perbatasan, menurutnya, bukanlah kecelakaan—melainkan bagian dari strategi untuk memperlemah kepercayaan antara Teheran dan Washington.

Sementara itu, sumber diplomatik di Washington mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump telah menyetujui pencairan aset Iran senilai 24 miliar dolar AS sebagai bagian dari kompensasi dalam kesepakatan yang sedang dirancang. Namun, keputusan itu masih menunggu finalisasi teknis dan penandatanganan resmi, yang diperkirakan bisa terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Di tengah optimisme kedua pihak, tekanan dari Israel semakin terasa. Pejabat Tel Aviv diketahui telah mengadakan pertemuan intensif dengan kubu konservatif di Kongres AS, menekankan bahwa kesepakatan ini akan memperkuat posisi strategis Iran di Timur Tengah—dan memperlemah keamanan Israel.

Dengan latar belakang serangan udara yang pernah menghancurkan fasilitas nuklir Iran dan ancaman operasi militer langsung yang pernah direncanakan namun ditunda, kini dunia memantau apakah diplomasi akan menang atas kekerasan—atau apakah kepentingan geopolitik sempit akan kembali menggagalkan harapan perdamaian.

Previous articleGarda Satu dan Forum BPD Lantung Desak Polres Sumbawa Bertindak Tegas Terhadap Tambang Ilegal
Next articleDyson Luncurkan Tiga Vacuum Cordless Baru, Ada yang Bisa Kosongkan Sendiri
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.