Sumbawanews.com,- Jakarta – Di balik kemewahan mereknya, Prada kini berperan dalam misi paling ekstrem di tata surya: menjaga suhu tubuh astronot NASA di permukaan Bulan. Bukan sebagai pakaian luar, tapi sebagai lapisan dalam bernama Liquid Cooling and Ventilation Garment (LCVG)—sebuah sistem pendingin canggih yang dirancang bersama Axiom Space, mitra teknis NASA dalam program Artemis.
LCVG bukan sekadar baju dalam biasa. Terdiri dari jaringan selang halus yang mengalirkan air dingin ke seluruh tubuh, pakaian ini mencegah overheating saat astronot beraktivitas di lingkungan ekstrem Bulan, di mana suhu bisa berubah drastis dari -173°C hingga 127°C dalam sehari. Di salah satu lengannya, tersemat garis merah khas desain aktif Prada—sebuah sentuhan estetika yang tak mengurangi fungsi teknisnya.
Pakaian ini akan dikenakan di bawah baju antariksa AxEMU, pembaruan besar pertama dalam dua dekade terakhir bagi NASA. Sebelumnya, astronot masih mengandalkan desain yang hampir tak berubah sejak misi Apollo. AxEMU sendiri dirancang untuk mendukung mobilitas, perlindungan radiasi, dan sistem pernapasan yang lebih efisien—dengan LCVG sebagai jantungnya dalam mengatur termoregulasi tubuh.
“Kami tidak hanya membuat pakaian. Kami menciptakan sistem yang menjaga nyawa manusia saat mereka mendorong batas fisik di luar angkasa,” ujar Russell Ralston, Wakil Presiden Senior Pengembangan Wahana Antariksa Axiom Space. “Kolaborasi dengan Prada membawa keahlian desain dan material inovatif yang tak mungkin kami capai sendiri.”
Lorenzo Bertelli, Kepala Pemasaran Grup dan Keberlanjutan Prada, menegaskan bahwa kerja sama ini melampaui batas fashion. “Ini adalah contoh nyata bagaimana keindahan dan fungsi bisa bersatu demi kemajuan manusia,” katanya dalam peluncuran resmi pada 7 Juni 2026.
Selain pendingin cair, LCVG juga mengelola sirkulasi oksigen dan pengeluaran karbon dioksida—memastikan astronot tetap bernapas dengan nyaman selama ekspedisi luar kabin. Rencananya, sistem ini akan diuji coba di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sebelum diterapkan pada misi Artemis III, yang ditargetkan NASA terwujud pada 2028.
Namun, jalan menuju Bulan masih penuh tantangan. Laporan Office of Inspector General (OIG) NASA pada April 2026 memperingatkan keterlambatan pengembangan AxEMU, yang awalnya dijadwalkan selesai pada 2025. Meski demikian, CEO Axiom Space, Jonathan Cirtain, menegaskan bahwa tim tetap berada di jalur yang benar untuk menunjukkan kinerja penuh sistem ini di luar angkasa pada 2027.
Dengan demikian, Prada—yang dikenal dengan jas mewah dan tas kulit—kini menjadi bagian dari sejarah baru eksplorasi luar angkasa. Bukan karena gaya, tapi karena kecanggihan. Di Bulan, yang paling penting bukanlah merek, tapi apakah pakaian itu bisa menyelamatkan nyawa. Dan di situlah, desain Prada membuktikan dirinya lebih dari sekadar fesyen.

















