Sumbawanews.com,- Piala Dunia 2026 resmi bergulir dengan laga pembuka grup D yang mempertemukan tuan rumah Amerika Serikat melawan Paraguay di Stadion SoFi, Inglewood, California. Dalam pertandingan yang berlangsung Sabtu (12/6/2026) waktu setempat, tim asuhan Mauricio Pochettino tampil dengan kekuatan penuh, memadukan bakat-bakat berkelas Eropa dengan semangat juang khas Amerika.
Pochettino memilih formasi 4-2-3-1 yang menekankan keseimbangan antara pertahanan solid dan serangan lincah. Di belakang, jajaran bek terdiri dari Alexander Freeman (Villarreal), Chris Richards (Crystal Palace), Tim Ream (Charlotte FC) yang memegang ban kapten, dan Antonee Robinson (Fulham). Kiper Matthew Freese menjadi penjaga gawang terakhir yang bertanggung jawab mengamankan gawang timnas Yanks.
Di tengah lapangan, Tyler Adams dari Bournemouth dan Malik Tillman dari Bayer Leverkusen menjadi poros penghubung, mengatur tempo permainan sekaligus menjaga kestabilan defensif. Di sayap kanan, Sergino Dest dari PSV Eindhoven diberi kebebasan menyerang, sementara di lini depan, duo bintang Serie A—Weston McKennie (Juventus) dan Christian Pulisic (AC Milan)—mendukung striker utama Folarin Balogun dari AS Monaco, yang dipercaya menjadi ujung tombak serangan.
Sementara itu, Paraguay yang tampil dengan formasi 4-4-2, mengandalkan pengalaman dan ketahanan fisik. Kapten pertahanan Gustavo Gómez, yang pernah membela Atalanta, dipadukan dengan Omar Alderete dari Sunderland, bek yang membawa klub Inggris itu kembali ke kompetisi Eropa setelah lebih dari lima dekade. Kiper Orlando Gill menjadi penyangga terakhir di bawah mistar.
Di lini tengah, Diego Gómez dari Brighton & Hove Albion menjadi otak permainan, dengan 32 penampilan dan lima gol musim lalu. Ia didukung oleh Miguel Almirón, mantan bintang Newcastle United, serta Andres Cubas dan Damian Bobadilla yang siap mengawal ruang antara lini tengah dan depan.
Puncak serangan Paraguay dipercayakan kepada Julio Enciso dari Strasbourg, pencetak 12 gol dan sembilan assist musim ini, yang akan berkolaborasi erat dengan striker Antonio Sanabria dari Cremonese. Keduanya menjadi ancaman nyata bagi lini belakang AS yang baru saja beradaptasi dengan tekanan tinggi di panggung dunia.
Ini adalah penampilan ke-12 Amerika Serikat di Piala Dunia, sekaligus kesembilan bagi Paraguay. Laga ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga soal reputasi—AS berusaha membuktikan bahwa tuan rumah mampu bersaing di level tertinggi, sementara Paraguay ingin menunjukkan bahwa tim kecil tetap bisa mengguncang raksasa.
Dengan stadion penuh sesak, sorak-sorai yang menggema, dan atmosfer yang memanas, pertandingan ini menjadi pembuka yang sempurna untuk Piala Dunia 2026 yang penuh kejutan.

















