Sumbawanews.com,- Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman membantah tudingan bahwa dirinya memiliki keterkaitan dengan “dapur” Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi sorotan dalam kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN). Pernyataan itu disampaikannya sebagai klarifikasi menyusut beredarnya nama-nama dalam berita acara pemeriksaan (BAP) mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, yang kini ditetapkan sebagai tersangka.
“Saya ingin tegaskan, tidak benar ada informasi bahwa saya punya titik atau jaringan melalui Pak Dadan (Dadan Hindayana),” ujar Dudung di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Dudung menjelaskan, beberapa bulan lalu, ia memang sempat berdiskusi dengan pengurus pesantren di dekat kediamannya—termasuk Abah Junaidi dan Ustaz Iskandar—yang mengusulkan agar pesantren dengan ribuan santri menjadi penerima manfaat program MBG. Namun, ia menekankan, inisiatif itu murni bersifat sosial dan tidak melibatkan proses penganggaran atau administrasi resmi.
“Saya hanya menyampaikan bahwa ada pesantren yang siap menjadi lokasi penerapan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Saya pun memperkenalkan mereka kepada Pak Dadan, yang saat itu masih menjabat Kepala BGN. Saya katakan, ‘Silakan hubungi Pak Arif Nurahman, staf saya.’ Setelah itu, saya tidak lagi terlibat dalam proses apa pun,” tegasnya.
Dudung menegaskan, setelah pertemuan itu, ia tidak pernah menerima laporan, tidak pernah mengetahui perkembangan teknis, dan tidak pernah mengarahkan atau mengawasi pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan, tidak ada hubungan struktural, finansial, maupun administratif antara dirinya dengan jaringan yang diduga terlibat dalam dugaan penyimpangan MBG.
Kasus korupsi BGN yang melibatkan Dadan Hindayana dan jajaran lainnya kini sedang diselidiki Kejaksaan Agung. Dalam perkembangannya, sejumlah nama politik dan birokrat disebut dalam BAP tersangka, termasuk nama Dudung yang kemudian menjadi sorotan publik. Namun, dengan tegas, mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini menutup ruang spekulasi: “Saya tidak punya dapur MBG. Saya tidak terlibat. Saya hanya perantara informasi, bukan pengambil keputusan.”
Pernyataan Dudung ini menjadi respons resmi pertama dari pihak KSP terhadap isu yang mengaitkannya dengan skandal MBG. Dengan nada tenang namun tegas, ia menegaskan komitmennya pada prinsip netralitas dan integritas dalam menjalankan tugas sebagai KSP—tanpa terjebak dalam jaringan yang tidak ia kendalikan.

















