Mataram, SumbawaNews.com – Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan proses penerimaan anggota Polri yang Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Komitmen tersebut kembali ditegaskan seiring berlangsungnya tahapan seleksi Penerimaan Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 yang kini memasuki fase Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II.
Tahapan seleksi yang sedang berjalan ini menjadi bagian penting dalam proses penjaringan calon anggota Polri yang memiliki kualitas terbaik, baik dari aspek kesehatan, kemampuan, maupun integritas. Polda NTB memastikan seluruh proses seleksi dilaksanakan secara objektif, profesional, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri, Anwar, yang menekankan pentingnya menjaga integritas dalam setiap tahapan rekrutmen Polri. Melalui sistem seleksi yang ketat dan transparan, Polri berupaya menghadirkan sumber daya manusia yang unggul dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Polda NTB menegaskan bahwa prinsip BETAH bukan hanya menjadi slogan semata, melainkan telah diwujudkan dalam berbagai mekanisme pengawasan dan pelaksanaan seleksi yang terbuka. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti setiap tahapan berdasarkan kemampuan dan hasil yang diperoleh secara murni tanpa campur tangan pihak mana pun.
Dalam kesempatan tersebut, Polda NTB juga mengingatkan para peserta seleksi maupun masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum atau pihak tertentu yang mengaku dapat membantu meluluskan peserta dengan meminta imbalan uang maupun bentuk lainnya.
“Penerimaan anggota Polri dilaksanakan secara transparan dan tidak dipungut biaya. Kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan, kompetensi, dan hasil yang diperoleh selama mengikuti tahapan seleksi,” demikian penegasan yang disampaikan dalam rangkaian sosialisasi rekrutmen.
Polda NTB berharap masyarakat dapat turut mengawasi jalannya proses seleksi serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi praktik percaloan, pungutan liar, maupun bentuk kecurangan lainnya yang dapat mencederai prinsip keadilan dalam rekrutmen.
Melalui semangat BETAH, Polri berupaya terus membangun kepercayaan publik dengan menghadirkan proses rekrutmen yang profesional, berintegritas, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Dengan demikian, calon-calon anggota Polri yang terpilih nantinya benar-benar merupakan putra-putri terbaik bangsa yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

















