Sumbawanews.com,- PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi mengumumkan perubahan struktur kepemimpinan, dengan penunjukan baru di jajaran direksi dan komisaris. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi berkelanjutan untuk mempercepat transformasi organisasi, meningkatkan tata kelola, dan memperluas jangkauan layanan keuangan inklusif bagi UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Perubahan ini mencakup penggantian sejumlah tokoh kunci yang telah menyelesaikan masa jabatannya, serta pengangkatan profesional dengan latar belakang kuat di bidang keuangan, teknologi, dan manajemen risiko. Para pejabat baru diharapkan mampu membawa perspektif inovatif dalam menghadapi tantangan ekonomi pasca-pandemi, termasuk meningkatkan efisiensi sistem pembiayaan digital dan memperluas akses kredit tanpa agunan melalui program Mekaar dan PNM Mikro.
Kepala Divisi Komunikasi PNM menyatakan, perubahan ini bukan sekadar rotasi personalia, tetapi bagian dari rencana strategis jangka panjang yang sejalan dengan visi pemerintah mendorong pemerataan ekonomi. “Kami ingin PNM tidak hanya menjadi lembaga pembiayaan, tapi menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Sejumlah nama yang masuk ke jajaran direksi baru memiliki rekam jejak di perbankan syariah, fintech, dan lembaga keuangan mikro internasional. Sementara itu, komisaris independen yang baru berasal dari kalangan akademisi dan praktisi tata kelola perusahaan yang dikenal kritis dan berintegritas tinggi.
Langkah ini juga direspons positif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menilai perubahan ini sebagai bentuk komitmen PNM terhadap good corporate governance. Dalam laporan terbaru, PNM mencatat pertumbuhan portofolio kredit sebesar 18,7 persen year-on-year, dengan tingkat kredit macet di bawah 2 persen—angka yang jauh di bawah rata-rata industri keuangan mikro.
Dengan struktur kepemimpinan yang baru, PNM berencana memperkuat integrasi teknologi dalam sistem pemantauan kredit, memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, dan meningkatkan literasi keuangan bagi ibu-ibu pelaku usaha mikro di pelosok. Transformasi ini diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi PNM menuju status sebagai lembaga keuangan inklusif terkemuka di Asia Tenggara.

















