Sumbawanews.com,- Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara membongkar jaringan peredaran vape etomidate di Alexa Suites and Lounge, Penjaringan, Jakarta Utara, setelah mendapat laporan dari manajemen tempat hiburan malam itu. Operasi yang berlangsung dini hari pada Selasa (2/6/2026) berhasil menangkap dua tersangka, FIS dan WS, serta menyita 276 cartridge vape berisi zat terlarang yang siap diedarkan.
Modus operandi pelaku sangat terencana. Mereka menyamar sebagai pengunjung biasa, duduk santai di sudut ruangan, lalu memilih calon pembeli secara selektif berdasarkan penampilan dan perilaku. Harga satu cartridge bisa mencapai Rp5 juta, sehingga pelaku tidak asal menawarkan barang kepada siapa pun. “Mereka observasi dulu. Tidak sembarangan. Ini bukan jualan jalanan, tapi transaksi elit yang tersembunyi,” ujar Kasat Resnarkoba AKBP Ari Galang Saputra.
Kecurigaan manajemen muncul setelah melihat aktivitas transaksi mencurigakan—pengunjung yang tampak asing berkomunikasi secara diam-diam, sering kali mengeluarkan perangkat vape dari saku atau tas, lalu segera menghilang setelah transaksi. Laporan ini langsung ditindaklanjuti polisi, yang kemudian menggerebek lokasi dan menangkap kedua tersangka saat sedang berada di dalam tempat hiburan, masih dalam pose seperti tamu biasa.
Tak hanya menjual langsung di lokasi, pelaku juga memanfaatkan platform digital. Transaksi dilakukan melalui WhatsApp, dengan komunikasi yang sengaja dihapus setelah pembayaran selesai. Barang dikirim menggunakan jasa ojek online, memanfaatkan kerahasiaan dan kecepatan layanan digital untuk menghindari jejak. “Setelah uang masuk, chat dihapus. Paket dikirim lewat ojol. Ini sistem modern yang sulit dilacak,” tambah Ari.
Kedua tersangka kini dijerat Pasal 119 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun, serta denda hingga Rp8 miliar. Polisi masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan pemasok utama yang berada di luar Jakarta.
Temuan ini memperkuat kekhawatiran otoritas terhadap maraknya peredaran narkoba bentuk baru yang menyasar kalangan menengah atas melalui tempat-tempat hiburan eksklusif. Vape etomidate, yang awalnya dikenal sebagai obat anestesi medis, kini menjadi barang terlarang yang sangat diminati di kalangan tertentu karena efeknya yang memicu halusinasi dan euforia singkat.
Dengan modus yang semakin canggih dan terorganisir, polisi menegaskan bahwa operasi serupa akan terus dilakukan, tidak hanya di klub malam, tetapi juga di titik-titik keramaian yang menjadi sarana transaksi gelap. “Kita tidak hanya menangkap pelaku, tapi juga memutus rantai pasokan. Ini perang melawan kejahatan yang berpakaian rapi,” tegas Ari.

















