Home Berita Internasional AS Serang Radar Iran, Ledakan Guncang Selatan

AS Serang Radar Iran, Ledakan Guncang Selatan

Sumbawanews.com,- Jakarta — Militer Amerika Serikat melancarkan serangan tepat sasaran terhadap dua situs radar strategis di wilayah selatan Iran pada Jumat (5/6) waktu setempat, memicu sejumlah ledakan besar yang terdengar hingga ke kota Sirik dan Pulau Qeshm. Serangan ini dilakukan setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengidentifikasi empat drone serang satu arah milik Iran yang sedang meluncur menuju Selat Hormuz, sebuah jalur maritim krusial bagi perdagangan global.

Dalam pernyataan resmi, CENTCOM menegankan bahwa drone-drone tersebut membawa ancaman langsung terhadap keamanan pelayaran regional. “Kami menghancurkan instalasi radar sebagai tindakan preventif untuk menggagalkan kemungkinan serangan berkelanjutan,” ujar perwakilan CENTCOM, seperti dikutip AFP. Serangan itu dilakukan tanpa peringatan sebelumnya, dan menjadi eskalasi paling nyata sejak gencatan senjata sementara antara AS dan Iran berlaku sejak 8 April lalu.

Stasiun televisi negara Iran, IRIB, melaporkan suara ledakan kuat terdengar sekitar pukul 02.30 dini hari Sabtu (6/6) waktu setempat di wilayah pesisir selatan. Namun, pihak berwenang Iran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kerusakan atau korban jiwa. Laporan awal hanya menyebutkan bahwa sejumlah fasilitas militer di sekitar Goruk dan Qeshm mengalami gangguan sistem.

Presiden AS Donald Trump, yang kembali menjabat sebagai kepala negara, sebelumnya mengakui bahwa Iran masih menyimpan sebagian besar kekuatan rudal dan drone-nya. Dalam wawancara eksklusif, Trump menyebut hanya sekitar 21–22 persen dari arsenal rudal Iran yang telah dinetralisir sejauh ini. “Mereka masih punya banyak senjata. Tapi kami tahu di mana mereka menyembunyikannya,” katanya.

Serangan ini terjadi dalam konteks ketegangan yang terus memanas di kawasan Teluk. Baru beberapa hari sebelumnya, Kuwait melaporkan serangan drone dan rudal yang menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya di sekitar bandara internasionalnya. Meski tidak secara eksplisit menyalahkan Iran, otoritas Kuwait menyatakan bahwa serangan itu berasal dari “aktor non-negara yang didukung oleh kekuatan regional.”

Sementara itu, pembicaraan diplomatik untuk mencapai kesepakatan perdamaian permanen antara AS dan Iran terus terhenti. Kedua belah pihak tampak saling menunggu, sambil memperkuat posisi militer masing-masing. Di luar panggung diplomatik, perang informasi pun berkecamuk — dari pameran kecanggihan rudal di media sosial hingga klaim-klaim saling menyangkal tentang serangan yang terjadi.

Analisis keamanan regional memperingatkan bahwa serangan terhadap sistem radar Iran bukan sekadar operasi militer, tapi sinyal politik: AS ingin mengirim pesan bahwa ia siap memutus mata rantai pengawasan strategis Teheran, sekaligus membatasi ruang gerak Iran dalam mengancam kepentingan sekutunya di Teluk.

Dengan serangan ini, kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang kekacauan — dan dunia menunggu langkah selanjutnya.

Previous articleBayang-Bayang Granat di Perguruan Cikini
Next articleRupiah Melemah, DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Darurat
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.