Sumbawanews.com,- Polisi menggerebek dua pengedar narkoba di Jakarta Utara, menangkap dua pelaku sekaligus menyita ratusan cartridge vape berisi etomidate — zat terlarang yang kini marak disalahgunakan sebagai pengganti narkotika tradisional. Operasi berlangsung dua tahap, dimulai dari tempat hiburan malam Alexa Suites and Lounge di Penjaringan, lalu berlanjut ke gudang penyimpanan di apartemen Palm Mansion, Kalideres.
Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ari Galang Saputra, mengungkap bahwa penggerebekan pertama dilakukan setelah manajemen tempat hiburan melaporkan adanya peredaran vape ilegal di lokasi tersebut. Petugas berhasil mengamankan dua tersangka berinisial FIS dan MS, serta menyita 16 cartridge vape rasa mangga, tujuh rasa markisa, empat campuran, dan satu merek Yakuza, dengan total berat bruto 223,74 gram.
Pengembangan penyelidikan membawa petugas ke unit apartemen lantai 10 di Palm Mansion, yang diduga menjadi pusat distribusi utama. Di sana, polisi menemukan lebih dari 248 cartridge vape berisi etomidate dalam berbagai varian rasa: tea (483 gram), lychee (494,2 gram), grape (498,7 gram), dan mangga (508 gram). Total barang bukti yang diamankan mencapai lebih dari 2,4 kilogram.
FIS diidentifikasi sebagai kurir yang mengantarkan vape ke berbagai titik hiburan malam, sementara MS bertindak sebagai pengedar utama yang mengatur pasokan dari gudang. Keduanya kini ditahan di Polres Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kedua tersangka diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda hingga Rp8 miliar, berdasarkan Pasal 119 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, jo Pasal 609 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tahun 2023. Etomidate, yang awalnya digunakan sebagai obat anestesi medis, kini menjadi bahan utama vape ilegal karena efeknya yang menimbulkan euforia dan ketergantungan cepat, terutama di kalangan remaja dan anak muda.
Operasi ini menjadi bagian dari upaya intensif aparat keamanan membendung peredaran narkoba jenis baru yang menyamar sebagai produk hiburan. Petugas terus mengembangkan jejak jaringan, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam rantai distribusi yang terstruktur.

















