Sumbawanews.com,- Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono mendorong Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia untuk membangun rantai produksi dari hulu, demi memperkuat perekonomian berbasis nilai-nilai Pancasila. Dorongan ini disampaikan saat peresmian koperasi tersebut di Denpasar, Bali, Jumat (6/6/2026).
Ferry menekankan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan mesin penguat kedaulatan ekonomi nasional. Ia mengajak Laskar Juang untuk menguasai seluruh proses produksi, mulai dari penanaman kapas lokal, pengolahan bahan tekstil, hingga produksi garmen siap pakai. “Kita tidak boleh lagi hanya mengekspor bahan mentah dan mengimpor pakaian jadi. Indonesia harus mampu menghasilkan, mengolah, dan mendistribusikan sendiri produk yang dipakai rakyatnya,” ujar Ferry.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Ferry mencontohkan betapa banyak pewarna tekstil dan bahan baku lain yang masih diimpor, padahal tanah Indonesia mampu menghasilkan kapas berkualitas tinggi. “Bayangkan jika petani kapas di Jawa, Sumatra, atau Nusa Tenggara bisa bersinergi dengan perajin kain dan perancang mode dalam satu ekosistem koperasi. Itulah ekonomi gotong royong yang sejati,” tambahnya.
Koperasi yang dirintis oleh anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka ini didukung penuh oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Rieke menegaskan, fokus utama koperasi ini bukan pada layanan keuangan konvensional, melainkan pada penguatan produktivitas. “Kami ingin membangun sistem yang mengorganisir kekuatan produktif bangsa—petani, perajin, desainer, hingga pedagang—dalam satu wadah yang adil dan berkelanjutan,” ujar Rieke.
Ia menekankan, tujuan jangka panjangnya adalah mengurangi ketergantungan impor dan menciptakan daya tawar strategis bagi pelaku usaha mikro dan kecil di sektor sandang. Dengan mengendalikan rantai nilai dari hulu hingga hilir, koperasi ini diharapkan menjadi model baru ekonomi kerakyatan yang mandiri, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Dengan dukungan penuh dari Kementerian Koperasi dan UKM, serta keterlibatan aktif para pelaku industri kreatif, Koperasi Laskar Juang berpotensi menjadi pionir dalam transformasi ekonomi nasional yang tidak lagi bergantung pada impor, tetapi berakar pada kekayaan sumber daya alam dan semangat gotong royong bangsa.

















