Home Berita Nasional Ganti Kepala BGN, MBG Berubah Arahan

Ganti Kepala BGN, MBG Berubah Arahan

Sumbawanews.com,- Jakarta – Setelah pencopotan dan penangkapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai penggantinya. Mantan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi ini resmi akan dilantik pada Senin, 8 Juni 2026, dan membawa misi revolusioner: mengubah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari yang berorientasi kuantitas menjadi berbasis kualitas dan keadilan.

Dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Nanik menegaskan bahwa tahun ini bukan tentang mengejar angka 82 juta penerima, melainkan memastikan setiap makanan yang disalurkan benar-benar bergizi, higienis, dan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. “Kami tidak akan mengejar jumlah, tapi kebermaknaan,” ujarnya.

Strategi pertama yang akan dijalankan adalah refocusing sasaran. Sekolah-sekolah di wilayah perkotaan yang dinilai sudah mampu menyediakan makanan bergizi bagi siswanya akan dikeluarkan dari daftar penerima MBG. Anggaran yang dihemat dari sana akan dialihkan ke sekolah-sekolah di daerah 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar—yang selama ini terabaikan.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pasca-skandal korupsi yang melibatkan Dadan. Awalnya, pagu MBG mencapai Rp 335 triliun, namun setelah evaluasi, anggaran telah dipangkas menjadi Rp 268 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan menyebut kemungkinan pemotongan lebih lanjut. Nanik menjamin, penyesuaian ini tidak akan mengurangi cakupan penerima manfaat. “Kami akan lebih pintar, bukan lebih sedikit,” tegasnya.

Tantangan terbesar bukan hanya pada alokasi dana, tapi pada sistem pengawasan dan transparansi. Kebijakan baru ini mendapat dukungan kuat dari partai politik seperti Golkar dan PDIP, yang mendesak pemerintah untuk menutup celah kebocoran dan memperkuat mekanisme audit. Gubernur Lampung dan sejumlah kepala daerah di wilayah timur Indonesia juga menyatakan siap berkolaborasi demi memastikan program ini benar-benar menyentuh akar masalah kemiskinan dan gizi buruk.

Nanik, yang latar belakangnya adalah sarjana biologi, menekankan pendekatan ilmiah dalam perencanaan menu. Ia berencana bekerja sama dengan para ahli gizi, akademisi, dan bahkan komunitas lokal untuk merancang menu yang tidak hanya sehat, tapi juga sesuai budaya dan preferensi masyarakat setempat.

Perubahan ini bukan sekadar pergantian personel—ini adalah transformasi filosofis. MBG tidak lagi dilihat sebagai program bantuan sosial semata, tapi sebagai investasi jangka panjang dalam sumber daya manusia Indonesia. Dengan kepemimpinan baru yang berani mengambil keputusan sulit, harapan untuk membangun generasi yang sehat dan cerdas kini kembali menyala.

Sementara itu, nasib puluhan ribu motor listrik yang menjadi bagian dari proyek MBG yang bermasalah masih dalam proses investigasi Kejaksaan Agung. Pemerintah menegaskan, semua aset yang diduga berasal dari dana korupsi akan disita dan dialihfungsikan demi kepentingan publik.

Dengan langkah-langkah ini, BGN di bawah Nanik Deyang bukan lagi lembaga yang dipandang sebelah mata—ia berubah menjadi garda terdepan dalam membangun ketahanan pangan dan gizi nasional.

Previous articleEks Waka BGN Ingin Jadi Justice Collaborator, Sebut Ditekan Oknum Besar
Next article11 Ular Sanca Hijau Diamankan di Gudang Bekasi
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.