Sumbawanews.com,- Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengamuk. Dalam sehari, gunung berstatus Siaga ini meletus empat kali pada Kamis, 4 Juni 2026—dua kali pada pagi hari dan dua kali lagi di sore hari, dengan lontaran abu vulkanik mencapai ketinggian hingga 1,2 kilometer dari puncak.
Letusan pertama tercatat pukul 10.34 WITA, diikuti oleh yang kedua pukul 12.31 WITA. Meski kolom abu pada erupsi pagi itu belum menyentuh 1 kilometer, aktivitas vulkanik tak mereda. Pada sore hari, dua ledakan berturut-turut mengguncang puncak gunung setinggi 1.584 mdpl itu. Erupsi pertama di sore hari terjadi pukul 16.44 WITA, dengan abu vulkanik membumbung 1,2 km ke arah barat daya dan barat. Tidak sampai setengah jam kemudian, pada pukul 17.01 WITA, gunung kembali meletus—kali ini dengan kolom abu setinggi 1,1 km yang mengarah ke utara dan barat laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef, mengatakan kedua erupsi sore itu terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 14,8 milimeter. Durasi letusan pertama mencapai 110 detik, sementara yang kedua sedikit lebih panjang, 134 detik. “Kolom abu berwarna kelabu pekat, terlihat jelas dari jarak jauh,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Pemerintah daerah dan Badan Geologi memperketat peringatan. Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan warga dan wisatawan wajib menjauh dari radius lima kilometer dari pusat erupsi. “Waspadai potensi banjir lahar hujan di sepanjang sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama jika hujan deras turun dalam waktu singkat,” katanya.
Daerah-daerah yang berisiko tinggi mencakup Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Pihak berwenang terus memantau kondisi melalui alat seismik dan kamera pengawas, sambil mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati kawasan bahaya meskipun tidak terlihat letusan aktif.
Erupsi ini menjadi yang paling intens sejak awal Juni, memperkuat kekhawatiran bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki memasuki fase aktivitas yang lebih agresif. Warga di sekitar lereng diminta tetap waspada, menyimpan masker dan air bersih, serta siap mengungsi jika peringatan dini dikeluarkan.
Dengan empat letusan dalam satu hari dan lontaran abu yang mencapai ketinggian lebih dari satu kilometer, aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi kini menjadi sorotan nasional—menjadi pengingat bahwa alam di Nusantara masih menyimpan kekuatan yang tak bisa diabaikan.

















